Pontianak, 12 Desember 2025 — Suasana damai dan penuh keheningan memenuhi Aula Kampus 2 Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak ketika para dosen dan tenaga kependidikan dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo serta Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiiwa berkumpul untuk mengikuti rekoleksi Adven. Kegiatan rohani ini menjadi momentum penting bagi seluruh peserta yang ingin mempersiapkan diri menyongsong Natal dengan hati yang lebih terbuka, jernih, dan siap diperbarui. Mengusung tema “Kusiapkan Hatiku, Tuhan”, rekoleksi ini diarahkan sebagai ruang kontemplatif bagi seluruh peserta untuk merenungkan kembali relasi mereka dengan Tuhan, sesama, dan pekerjaan pelayanan yang mereka jalani setiap hari.
Rekoleksi kali ini dipimpin oleh Rm. Prasetyo, CDD, seorang imam yang dikenal luas dalam pendampingan rohani umat dan pembinaan karakter kristiani. Dalam pembukaan sesi, Romo mengajak para peserta untuk mengambil waktu hening, mengendapkan seluruh rutinitas dan beban pekerjaan, dan kembali bertanya pada diri sendiri bagaimana mereka selama ini menjalani hidup dalam kasih, pengampunan, dan syukur. Romo menegaskan bahwa ketiga nilai ini tidak hanya menjadi bagian dari spiritualitas Kristiani, tetapi juga menjadi fondasi dasar bagi para pendidik dan tenaga kependidikan dalam membangun lingkungan akademik yang sehat, manusiawi, dan penuh persaudaraan.
Melalui penyampaian yang hangat dan komunikatif, Romo menggugah kesadaran peserta bahwa kasih bukan sekadar sikap memberi, tetapi juga kemampuan menerima, memahami, dan membuka ruang bagi sesama untuk bertumbuh tanpa menghakimi. Pengampunan, lanjutnya, adalah jalan panjang yang sering kali sulit ditempuh karena melibatkan luka, ego, dan pengalaman masa lalu. Namun justru melalui pengampunanlah seseorang dapat pulih, berdamai, dan melangkah kembali dengan hati yang lebih ringan. Sementara itu, syukur merupakan sikap dasar yang menolong seseorang melihat kehadiran Tuhan bahkan dalam situasi yang sederhana dan tidak sempurna. Dengan bersyukur, hati menjadi lebih kuat dan mata terbuka untuk melihat kebaikan yang sebelumnya luput.
Untuk memperkaya permenungan peserta, sesi rekoleksi dilengkapi dengan pemutaran sebuah video inspiratif yang mengangkat kisah nyata tentang tolong-menolong, pengampunan, dan kasih tanpa pamrih. Video tersebut menggambarkan bagaimana tindakan kebaikan yang kecil dan sederhana dapat membawa perubahan besar dalam hidup seseorang. Dalam keheningan yang mengisi aula, peserta tampak menyimak dengan penuh perhatian. Beberapa terlihat terharu, sementara yang lain mengangguk seolah menyadari bahwa pengalaman kasih Tuhan sering hadir dalam hal-hal yang tidak mereka sadari selama ini. Video tersebut menjadi semacam cermin yang membuat peserta menengok kembali sikap dan perbuatan mereka selama ini, baik di lingkungan kerja maupun di keluarga.
Dalam lanjutan refleksinya, Rm. Prasetyo, CDD menekankan pentingnya membangun tiga sikap hidup yang harus terus dilatih setiap hari: pikiran yang positif, perkataan yang inspiratif, dan perbuatan yang produktif. Menurutnya, ketiga aspek ini saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan karakter kristiani yang membawa atmosfer kehangatan dan harapan dalam kehidupan komunitas kampus. Pikiran yang positif menjauhkan seseorang dari prasangka dan pesimisme yang melemahkan, sehingga membuka ruang untuk melihat situasi secara lebih jernih. Perkataan yang inspiratif menjadi kekuatan untuk membangun sesama, terutama dalam konteks dunia kerja yang sarat tekanan dan tantangan. Sementara perbuatan yang produktif menunjukkan komitmen nyata seseorang dalam melayani dengan sepenuh hati dan bertanggung jawab.
Sepanjang kegiatan, antusiasme para peserta tampak jelas. Mereka mengikuti setiap rangkaian rekoleksi dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Tidak hanya sesi refleksi dan pemutaran video, tetapi juga momen-momen hening dan doa bersama yang membuat suasana semakin syahdu. Beberapa peserta bahkan memanfaatkan waktu tersebut untuk mencatat hal-hal penting yang ingin mereka terapkan kembali dalam kehidupan pribadi dan profesional. Semangat kebersamaan yang mengalir dalam rekoleksi ini membawa nuansa persaudaraan yang kuat di antara para peserta dari kedua institusi, menciptakan jembatan komunikasi dan hubungan yang lebih hangat dalam suasana kerja.
Bagi sebagian besar peserta, rekoleksi ini menjadi kesempatan untuk mengambil jeda dari ritme pekerjaan yang padat dan kembali menyegarkan hati. Banyak di antara mereka yang merasakan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengembalikan fokus spiritual, tetapi juga memberikan kekuatan baru untuk menghadapi tugas-tugas akademik yang menantang. Rekoleksi ini juga menegaskan kembali bahwa pendidikan, terutama di lembaga Katolik, bukan hanya soal penyampaian ilmu pengetahuan, melainkan juga pembentukan karakter dan keutuhan pribadi manusia.
Sebagai kegiatan rohani yang dilaksanakan menjelang Natal, rekoleksi bertema “Kusiapkan Hatiku, Tuhan” membawa pesan kuat bagi seluruh peserta bahwa persiapan hati jauh lebih penting daripada berbagai kesibukan menjelang perayaan. Kesadaran untuk memperbarui diri, membangun relasi yang harmonis, dan menghidupi kasih Tuhan dalam tindakan nyata menjadi inti dari pengalaman rekoleksi tahun ini. Para dosen dan tenaga kependidikan kembali ke tugas masing-masing dengan hati yang lebih damai, pikiran yang lebih jernih, dan semangat baru untuk melayani dengan penuh kasih.
Rekoleksi ini tidak hanya menjadi ruang refleksi, tetapi juga menjadi perjumpaan yang mempererat persaudaraan dan memperkaya kehidupan rohani seluruh peserta. Di Aula Kampus 2 Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak, pada tanggal 12 Desember 2025, seluruh peserta mengalami kembali kehangatan kemurahan Tuhan yang menyapa dengan lembut, mengajak mereka menyiapkan hati untuk kedatangan Sang Juru Selamat.
Sebagai penutup rangkaian rekoleksi, seluruh peserta diajak untuk melangkah lebih jauh dalam pendalaman rohani melalui penerimaan Sakramen Tobat. Dalam suasana hening dan penuh kesadaran iman, para dosen dan tenaga kependidikan memanfaatkan kesempatan ini untuk berdamai dengan diri sendiri dan dengan Tuhan, memohon pengampunan, serta memperbarui komitmen hidup kristiani. Rangkaian rekoleksi kemudian ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat dan penuh syukur, menjadi puncak ungkapan iman sekaligus sumber kekuatan rohani bagi seluruh peserta untuk kembali menjalani tugas dan pelayanan di dunia pendidikan dengan hati yang diperbarui dan penuh kasih.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”













































































