Tanjung Balai Karimun — Wajah-wajah sumringah para juru parkir (jukir) lokal menjadi gambaran perubahan suasana di lapangan. Di balik rompi biru yang kini dikenakan dengan bangga, tersimpan cerita tentang proses pembinaan, rasa dihargai, dan harapan baru setelah mereka berada dalam pendampingan PT MSM Tiga Matra Satria.
Kehadiran perusahaan ini di Karimun tidak semata berbicara soal sistem atau teknologi parkir, melainkan juga pendekatan kemanusiaan—mengayomi para jukir sebagai bagian penting dari layanan publik.
Dari Sekadar Menjaga Parkir, Menuju Pelayan Masyarakat
Bagi banyak jukir lokal, pekerjaan parkir sebelumnya identik dengan rutinitas tanpa pembinaan yang jelas. Kini, melalui pendampingan manajemen PT MSM Tiga Matra Satria, mereka mulai diperkenalkan pada konsep pelayanan, bukan sekadar penarikan parkir.
Pendekatan ini mencakup:
Penegasan identitas kerja yang jelas
Pembiasaan sikap ramah dan tertib
Penanaman tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat
Pendampingan lapangan secara berkelanjutan
Perubahan ini perlahan membentuk rasa percaya diri para jukir saat berinteraksi dengan pengguna jasa parkir.
Manajemen Berjanji Membangun Mental Layanan Secara Bertahap
Manajemen PT MSM Tiga Matra Satria menegaskan bahwa transformasi tidak bisa dilakukan secara instan. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen membangun mental layanan setiap individu secara pelan tapi pasti.
Fokus utama bukan hanya pada hasil cepat, melainkan:
Konsistensi perilaku di lapangan
Pemahaman bahwa parkir adalah bagian dari layanan publik
Perubahan pola pikir dari “menjaga lokasi” menjadi “melayani warga”
Pendekatan bertahap ini dinilai lebih berkelanjutan dan manusiawi, terutama bagi jukir yang telah lama bekerja dengan pola lama.
Rasa Diayomi, Bukan Digantikan
Salah satu poin penting dalam proses ini adalah memastikan jukir lokal tidak merasa tersingkir, melainkan dirangkul. Dengan seragam resmi, identitas kerja, dan arahan yang jelas, muncul rasa bahwa mereka diakui sebagai bagian dari sistem, bukan sekadar pelengkap.
Hal inilah yang tercermin dari ekspresi kebanggaan dan kebahagiaan para jukir—sebuah modal sosial penting dalam menciptakan layanan parkir yang tertib dan nyaman.
Dampak Positif bagi Pengguna Parkir
Perubahan sikap dan mental jukir secara langsung dirasakan oleh masyarakat:
Interaksi lebih ramah dan komunikatif
Lingkungan parkir lebih tertib
Berkurangnya gesekan antara jukir dan pengguna kendaraan
Ini membuktikan bahwa investasi pada sumber daya manusia sama pentingnya dengan investasi pada sistem dan infrastruktur.
Penutup
Kebahagiaan para jukir lokal Tanjung Balai Karimun hari ini bukan sekadar soal seragam baru, tetapi tentang rasa dihargai dan diarahkan. Melalui pendekatan pengayoman dan pembinaan bertahap, PT MSM Tiga Matra Satria menunjukkan bahwa penataan parkir yang baik selalu dimulai dari manusianya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































