Rambigundam, Rambipuji – Kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Tahap I dilaksanakan di Desa Rambigundam sebagai upaya pengkajian awal kondisi kesehatan masyarakat. Kegiatan ini diprakarsai oleh mahasiswa NERS Universitas Muhammadiyah Jember, dengan melibatkan perangkat desa serta mengundang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dalam MMD Tahap I ini, dilakukan pengkajian awal dan wawancara dengan perangkat desa guna memperoleh gambaran kondisi demografi dan kesehatan masyarakat Desa Rambigundam. Desa ini terdiri dari lima dusun, yaitu Dusun Dukuhsia, Satrean, Gayam, Krajan Lor, dan Krajan Kidul. Dari segi sosial budaya, mayoritas penduduk merupakan suku Jawa sebesar 80% dan suku Madura sebesar 20%. Berdasarkan hasil pengkajian, komposisi usia penduduk menunjukkan 50,3% warga berada pada usia dewasa dan 49,7% merupakan lansia. Tingkat pendidikan masyarakat umumnya berada pada jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan mata pencaharian yang didominasi oleh wiraswasta, petani, dan pedagang.
Kebiasaan masyarakat dalam mencari pengobatan menunjukkan bahwa warga cenderung mengakses fasilitas kesehatan (faskes) apabila mengalami keluhan kesehatan, mengingat jarak fasilitas yang relatif dekat. Dari hasil identifikasi masalah kesehatan, ditemukan sepuluh jenis penyakit yang ada di masyarakat, dengan hipertensi sebagai kasus yang paling dominan. Menindaklanjuti hasil pengkajian tersebut, mahasiswa NERS Universitas Muhammadiyah Jember menyusun Plan of Action (POA) dengan fokus pada tiga permasalahan utama, yaitu defisit kesehatan komunitas, khususnya terkait hipertensi dan kesehatan lansia. Program yang direncanakan meliputi penyuluhan hipertensi, penguatan Posyandu Lansia, edukasi tentang manfaat pemeriksaan tekanan darah secara rutin, serta pentingnya kepatuhan minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pada sesi tanya jawab, masyarakat menanyakan mengenai cara menekan hipertensi yang sesuai dengan kondisi ekonomi warga. Dijelaskan bahwa hipertensi erat kaitannya dengan pola hidup, sehingga pengendalian tekanan darah dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup sehat yang sederhana dan terjangkau. Selain itu, warga juga menanyakan kemungkinan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis di tingkat dusun, yang dijelaskan dapat dilakukan dengan pengkerucutan sasaran agar pelaksanaannya lebih efektif. Kehadiran mahasiswa KKN dalam kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kolaborasi lintas program, memperkaya pemahaman terhadap kondisi masyarakat, serta menjadi dasar sinergi program kesehatan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Rambigundam.
Penulis : Saskia Teda Pidie Pratiwi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































