Garut, 03 Februari 2026 – MIS Ar-Raudhotun Nur terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan melalui pelaksanaan Gerakan Budaya Bersih Lingkungan Madrasah. Program ini digagas oleh Insan Faisal Ibrahim, S.Pd sebagai upaya nyata menanamkan sikap tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan madrasah sejak usia dini.
Gerakan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari dengan sistem jadwal petugas yang bergilir. Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mendapatkan kesempatan dan tanggung jawab yang sama untuk terlibat aktif. Mereka ditugaskan berkeliling ke setiap ruang kelas guna memeriksa dan mengecek kebersihan, mulai dari lantai, meja belajar, papan tulis, hingga kerapian lingkungan sekitar kelas. Kegiatan ini tidak hanya sekadar rutinitas kebersihan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter yang aplikatif dan bermakna.
Insan Faisal Ibrahim, S.Pd menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membiasakan siswa bertanggung jawab terhadap ruang belajar mereka sendiri. “Kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa kebersihan madrasah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan atau guru,” ujarnya.

Insan menambahkan bahwa dengan keterlibatan langsung, siswa akan belajar menghargai lingkungan dan memahami pentingnya hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut, pelaksanaan Gerakan Budaya Bersih Lingkungan Madrasah ini juga selaras dengan prinsip pembelajaran meaningful, mindful, dan joyful yang diterapkan di MIS Ar-Raudhotun Nur. Melalui kegiatan yang sederhana namun konsisten, siswa tidak hanya menerima teori, tetapi mengalami langsung proses belajar yang bermakna. Mereka belajar dengan penuh kesadaran akan peran dan tanggung jawabnya, serta melaksanakan kegiatan dengan suasana yang menyenangkan. “Pembelajaran tidak harus selalu di dalam kelas dengan buku dan papan tulis. Ketika anak-anak dilibatkan secara aktif seperti ini, mereka belajar nilai kehidupan dengan cara yang lebih nyata dan menyenangkan,” tutur Insan.
Menurutnya, pendekatan ini sangat relevan dengan arah kurikulum saat ini yang menekankan pembentukan karakter, pengalaman belajar kontekstual, serta penguatan profil pelajar yang berakhlak dan bertanggung jawab.
Antusiasme siswa terlihat jelas dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Dengan penuh semangat, mereka menjalankan tugas sesuai jadwal yang telah ditentukan. Bahkan, tidak sedikit siswa yang saling mengingatkan dan bekerja sama agar kelasnya tetap bersih sebelum dilakukan pengecekan. Kebiasaan positif ini secara perlahan membentuk budaya disiplin dan kepedulian yang tumbuh dari kesadaran, bukan karena paksaan.

Melalui Gerakan Budaya Bersih Lingkungan Madrasah ini, MIS Ar-Raudhotun Nur membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat diterapkan melalui kegiatan sederhana namun konsisten. Program ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, nyaman, dan kondusif, sekaligus menyiapkan generasi yang bertanggung jawab, peduli lingkungan, serta memiliki kesadaran sosial yang tinggi. “Harapannya, kebiasaan baik ini tidak hanya berhenti di lingkungan madrasah, tetapi juga terbawa ke rumah dan masyarakat,” pungkas Insan Faisal Ibrahim, S.Pd.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang terus dijaga, MIS Ar-Raudhotun Nur senantiasa bergerak aktif menanamkan nilai-nilai luhur kepada seluruh peserta didik melalui berbagai program pembiasaan yang konsisten dan berkelanjutan. Madrasah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter, sikap tanggung jawab, serta kepedulian sosial dan lingkungan. Melalui proses pendidikan yang terintegrasi antara pengetahuan, sikap, dan tindakan nyata, MIS Ar-Raudhotun Nur berupaya mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, kuat dalam akhlak, serta memiliki daya saing untuk menghadapi tantangan masa depan dengan penuh kesadaran dan kepercayaan diri.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”





































































