Jakarta (16/2) Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2026 dengan tema “Konsolidasi Nasional Penguatan Kontribusi LDII Untuk Bangsa”. Forum yang digelar di Gedung Serbaguna DPP LDII, Jakarta ini bertujuan mengonsolidasikan arah organisasi serta mematangkan persiapan Musyawarah Nasional (Munas) X yang dijadwalkan pada pertengahan tahun ini.
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menegaskan bahwa Rapimnas kali ini merupakan momentum krusial untuk memastikan keberlanjutan organisasi. Salah satu fokus utama adalah menyiapkan legacy positif agar masa transisi kepemimpinan berjalan optimal.
“Kami menargetkan proses transisi kepemimpinan yang smooth landing atau mendarat mulus. Kepengurusan baru nantinya harus dapat langsung bekerja secara operasional tanpa terkendala hambatan keberlanjutan program,” ujar KH Chriswanto saat membuka acara secara resmi.
Dalam sambutannya, KH Chriswanto juga memaparkan komitmen LDII untuk menyelaraskan “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa” dengan semangat pembangunan nasional, khususnya konsep Asta Cita di bawah pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kami tidak sekadar menambah program baru, tetapi mempertajam dan mensinergikan delapan program prioritas kami agar semakin relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung penuh agenda pembangunan nasional,” tambahnya. Sebagai bentuk nyata, LDII tengah mematangkan nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai lembaga negara seperti MPR RI, Lemhannas, hingga kementerian terkait.
Isu lingkungan hidup dan ketahanan pangan juga menjadi sorotan utama. Ketua Panitia Pengarah Rapimnas, Sudarsono, menjelaskan bahwa LDII secara konsisten mengampanyekan kesadaran menjaga kelestarian bumi. Hal ini diimplementasikan langsung dalam pelaksanaan Rapimnas melalui gerakan Go Green.
“Kami mewajibkan penggunaan tumbler bagi seluruh peserta guna mengurangi sampah plastik sekali pakai. Komitmen ramah lingkungan ini adalah kelanjutan dari sistem paperless yang telah kami terapkan sebelumnya, dan akan diperluas pada pelaksanaan Munas mendatang,” jelas Sudarsono.
Rapimnas 2026 diikuti oleh jajaran pengurus Dewan Penasehat, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) tingkat provinsi, hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota. Tercatat sebanyak 150 peserta hadir secara luring di Jakarta, sementara 1.500 peserta lainnya mengikuti secara daring melalui 375 studio yang tersebar di 37 provinsi di seluruh Indonesia.
Melalui Rapimnas ini, LDII optimistis dapat terus meningkatkan kontribusi profesional religiusnya dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas serta menjaga keutuhan NKRI.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































