Palembang – Di era digital, satu titik di peta bisa menentukan arah, bahkan nasib sebuah usaha. Hal inilah yang disadari oleh mahasiswa KKN Rekognisi 84 UIN Raden Fatah Palembang Kelompok 204, ketika mereka turun langsung ke lapangan membantu pelaku UMKM memperbaiki akurasi lokasi usaha di Google Maps.
Bagi UMKM, kehadiran di Google Maps bukan sekadar tanda keberadaan, melainkan pintu masuk bagi pelanggan baru. Namun, tidak sedikit usaha kecil yang masih menghadapi masalah lokasi yang tidak tepat, sulit ditemukan, atau bahkan tidak muncul sama sekali. Kondisi ini membuat pelanggan kebingungan dan berpotensi menurunkan omset.
“Kami menemukan banyak UMKM yang sudah berjualan bertahun-tahun, tapi lokasi mereka di Google Maps tidak akurat. Akibatnya, pelanggan sering tersesat atau memilih usaha lain yang lebih mudah ditemukan,” ujar salah satu mahasiswa KKN, menggambarkan tantangan yang mereka temui di lapangan.
Melalui program KKN, mahasiswa tidak hanya membantu memperbaiki titik lokasi usaha, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya digitalisasi bagi keberlangsungan bisnis. Dengan akurasi lokasi yang tepat, UMKM dapat lebih mudah dijangkau, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memperluas pasar.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari misi besar KKN Rekognisi 84 untuk mendorong transformasi digital di masyarakat. Kelompok 204 menekankan bahwa teknologi sederhana seperti Google Maps bisa menjadi solusi nyata bagi masalah klasik: sulitnya akses dan keterhubungan antara penjual dan pembeli.
“Satu titik di peta bisa menentukan arah. Dengan lokasi yang akurat, UMKM bukan hanya ditemukan, tapi juga diakui keberadaannya,” tambah mahasiswa lainnya, menekankan makna simbolis dari kegiatan ini.
Kegiatan mahasiswa KKN ini mendapat apresiasi dari pelaku UMKM yang merasa terbantu. Mereka kini lebih percaya diri dalam memasarkan produk, karena yakin pelanggan dapat menemukan lokasi usaha dengan mudah.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































