Cinta adalah fitrah yang dimiliki setiap manusia. Rasa kagum dapat muncul terhadap lawan jenis, baik karena akhlaknya, fisiknya, kecerdasannya, maupun bakat yang dimilikinya. Rasa kagum itu terkadang membuat kita seolah-olah dibawa mengelilingi langit, seakan dunia hanyalah milik berdua.
Namun, bagaimana jika perasaan yang muncul bukan semata-mata karena Allah? Bagaimana jika perasaan yang kita miliki justru datang dari setan?
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Az-Zariyat ayat 49:
وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Artinya:
“Dan dari segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).”
Surah Az-Zariyat ayat 49 menegaskan bahwa segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan agar manusia dapat mengingat kebesaran-Nya. Ayat ini memberikan pemahaman bahwa pasangan hidup adalah salah satu rancangan Allah untuk menunjukkan keagungan-Nya. Pasangan merupakan anugerah yang perlu diapresiasi dan patut disyukuri.
Namun, bagaimana jika perasaan, rasa cinta, dan rasa kagum terhadap lawan jenis justru datang dari setan?
Perasaan yang berasal dari setan hanya akan membawa dampak buruk bagi manusia. Seseorang tidak lagi merasa enggan untuk bermaksiat, bahkan dengan percaya diri memperlihatkannya kepada khalayak umum. Perasaan yang tidak muncul karena Allah hanya akan membawa kesengsaraan, keterpurukan, dan penyesalan yang akan dirasakan di kemudian hari.
Maka dari itu, setidaknya ada empat cara terbaik yang dapat kita lakukan agar terhindar dari masuknya setan ke dalam hati kita:
1. Mendekatkan diri kepada Allah dan memohon perlindungan kepada-Nya. Memohon perlindungan hanya kepada Allah Azza wa Jalla, Dzat Yang Maha Memberi petunjuk dan melindungi siapa pun hamba-Nya yang ingin mendapatkannya.
2. Fokus pada hal-hal yang bermanfaat sehingga dapat menghindarkan diri dari hal-hal yang berkaitan dengan maksiat.
3. Menyadari bahwa kita adalah manusia dan seorang hamba yang harus menjaga harga diri serta menghormati kehormatan orang lain.
4. Selalu berusaha memperbaiki diri, bukan untuk menjadi yang terbaik, tetapi untuk menjadi lebih baik. (aik)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































