SIDOARJO – Dalam lanskap pendidikan tinggi yang terus bertransformasi, kolaborasi antar-institusi telah menjadi katalisator utama untuk mencapai keunggulan kompetitif. Semangat inklusivitas dan kemajuan bersama inilah yang mewarnai pertemuan penting dua raksasa pendidikan tinggi Muhammadiyah di Jawa Timur: Program Studi Manajemen S1 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA).
Kegiatan yang berlangsung di Kampus 3 UMSIDA, Jl. Raya Lebo No.4, Wonoayu, Sidoarjo ini, memfokuskan agenda pada Benchmarking Akademik dan Diskusi Pengelolaan Jurnal. Pertemuan ini dirancang sebagai sarana edukasi lintas institusi untuk membedah strategi akselerasi publikasi ilmiah di tingkat internasional.
Sambutan Visioner: Membuka Gerbang Kolaborasi
Diskusi dibuka dengan hangat oleh Mochamad Rizal Yulianto, SE. MM, Ketua Program Studi Manajemen S1 UMSIDA. Dalam pengantar diskusinya, beliau menekankan bahwa pertemuan ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat ekosistem akademik di kedua belah pihak.
“Kami menyambut baik kehadiran rekan-rekan dari UMM sebagai saudara serumpun. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya strategis untuk saling ‘memotret’ kelebihan masing-masing. Di UMSIDA, kami percaya bahwa inovasi dalam pengelolaan jurnal dan standar akademik hanya bisa dicapai jika kita berani membuka diri, berdiskusi, dan bersinergi untuk menghadapi tantangan publikasi global yang semakin ketat,” ujar Mochamad Rizal Yulianto dalam pidato pembukanya.
Beliau juga menambahkan bahwa dengan adanya benchmarking ini, Prodi Manajemen UMSIDA berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan akademik dan output riset yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Mengenal “Benchmarking”: Bukan Sekadar Studi Banding
Bagi pembaca awam, benchmarking mungkin terdengar seperti kunjungan biasa. Namun, dalam dunia pendidikan profesional, ini adalah proses “mengukur diri” terhadap standar terbaik (best practices). Tujuannya jelas: mengidentifikasi celah perbaikan dan mengadopsi efisiensi yang telah dibuktikan oleh mitra.
Inisiasi berharga ini datang dari tim tangguh S1 Manajemen FEB UMM yang dipimpin oleh Dr. R. Iqbal Robbie S.E., M.M (Ketua Program Studi), didampingi oleh Dr. Rizki Febriani S.E., MM (Sekretaris 1), Yeyen Pratika S.E., MBA., Ph.D. (Sekretaris 2), dan Kenny Roz S.Kom., MM (Sekretaris 3).
Pihak UMSIDA menyambut inisiasi tersebut dengan formasi lengkap. Selain Kaprodi, hadir pula Wiwit Hariyanto, SE., M.Si (Wakil Dekan FBHIS), Herlinda Maya Kumala Sari, SE., MM (Sekretaris Prodi Manajemen), serta jajaran dosen pakar yakni Dr. Vera Firdaus, S.Psi., MM. dan Satrio Sudarso, SE., MM. Tak ketinggalan, aspek teknis laboratorium yang menjadi penunjang riset turut dihadiri oleh Sutrisno, SM., MM.

Akselerasi Publikasi Ilmiah: Menembus Batas Dunia
Topik utama yang menjadi “bintang” dalam diskusi ini adalah pengelolaan jurnal ilmiah. Di era informasi, reputasi sebuah prodi diukur dari sejauh mana riset dosen dan mahasiswanya mampu menembus jurnal bereputasi internasional (seperti Scopus atau WoS) dan jurnal nasional terakreditasi SINTA.
Diskusi mendalam terjadi saat membahas sinkronisasi kurikulum berbasis riset dan manajemen Open Journal System (OJS). Tim UMM dan UMSIDA saling berbagi kiat mengenai:
Peningkatan Kualitas Reviewer: Menjaring pakar internasional untuk meningkatkan bobot ilmiah naskah.
Digitalisasi Jurnal: Memanfaatkan infrastruktur untuk memastikan aksesibilitas data riset yang cepat dan akurat.
Insentif Publikasi: Bagaimana memotivasi dosen dan mahasiswa agar produktif menghasilkan karya ilmiah yang berdampak.
Edukasi untuk Masyarakat: Mengapa Sinergi Ini Penting?
Mungkin banyak yang bertanya, apa dampak nyata dari diskusi ini bagi mahasiswa? Jawabannya adalah kualitas. Ketika dua kampus unggul bersinergi, mahasiswa adalah pihak yang paling diuntungkan. Kurikulum yang di-benchmark akan menghasilkan materi ajar yang lebih relevan dengan kebutuhan industri. Selain itu, publikasi ilmiah yang masif akan menaikkan peringkat universitas, yang secara otomatis meningkatkan nilai jual lulusannya di pasar kerja.

Data dan Fakta Akademik
Menurut data pemeringkatan universitas, kolaborasi riset antar-kampus terbukti meningkatkan sitasi karya ilmiah hingga 35%. Dengan sinergi Manajemen UMM dan UMSIDA, diharapkan output penelitian di bidang manajemen bisnis akan semakin kaya dan aplikatif, tidak hanya menjadi tumpukan kertas di perpustakaan, tetapi menjadi solusi bagi persoalan ekonomi di Sidoarjo, Malang, hingga nasional.
Kesimpulan: Melangkah Maju Bersama
Pertemuan di Kampus 3 Wonoayu ini membuktikan bahwa masa depan pendidikan ada pada tangan mereka yang mau berkolaborasi. Di bawah arahan Mochamad Rizal Yulianto dan Dr. R. Iqbal Robbie, Prodi Manajemen dari kedua universitas ini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergandengan tangan menuju standar internasional.
Sinergi UMM dan UMSIDA adalah pesan kuat bagi dunia pendidikan Indonesia: bahwa keunggulan akademik dicapai melalui kerendahan hati untuk belajar dan semangat untuk berbagi ilmu demi kemajuan bangsa.
Penulis : ST
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































