SIARAN BERITA. Sumatra Utara (13/03/26) – Memasuki bulan suci Ramadan, Kawasan jalan Dr. Mansyur yang berada tepat didepan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), terutama di depan Pintu 3 hingga Pintu 4 USU, mengalami peningkatan kemacetan yang cukup signifikan, pada sore hari. Kondisi ini dipicu oleh ramainya pedagang takjil yang berjualan di sepanjang bahu jalan serta meningkatnya aktivitas masyarakat yang berburu makanan untuk berbuka puasa.
Keramaian tersebut biasanya terjadi pada sore hari, terutama sekitar pukul 16.30 hingga menjelang waktu berbuka puasa. Pada waktu itu, arus kendaraan di depan Universitas Sumatera Utara menjadi lebih padat karena bertepatan dengan jam pulang mahasiswa dari kegiatan perkuliahan. Banyak mahasiswa dan masyarakat yang berhenti untuk membeli takjil, sehingga suasana di sekitar jalan menjadi sangat ramai.

Beragam menu berbuka puasa tersedia di sepanjang kawasan tersebut, mulai dari gorengan, kolak, es buah, hingga aneka makanan ringan lainnya, Banyaknya pilihan makanan membuat kawasan tersebut menjadi salah satu titik favorit masyarakat untuk berburu takjil selama bulan Ramadan.
Namun, aktivitas jual beli yang ramai di pinggir jalan tersebut berdampak pada terganggunya kelancaran lalu lintas. Sebagian pedagang menggunakan trotoar dan bahu jalan untuk membuka lapak, sementara pembeli kerap memarkirkan kendaraan secara sembarangan di sisi jalan. Kondisi ini membuat jalur kendaraan menjadi lebih sempit sehingga menyebabkan antrean panjang kendaraan.
Walaupun kondisi jalan menjadi lebih ramai dan padat, suasana kebersamaan dan semangat Ramadan tetap terasa di kawasan univ USU tersebut. Aktivitas jual beli takjil yang berlangsung setiap sore menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menyambut waktu berbuka puasa. Keramaian ini menjadi salah satu pemandangan yang sering ditemui selama bulan Ramadan di depan Universitas Sumatera Utara.
Salah seorang pengendara, Andi (23), mengatakan bahwa kemacetan di kawasan tersebut hampir terjadi setiap hari selama bulan Ramadan.
“Kalau lewat sini menjelang magrib pasti macet. Banyak orang berhenti beli takjil, jadi kendaraan harus jalan pelan bahkan kadang berhenti lama,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Hal serupa juga dirasakan oleh warga sekitar yang kerap melintas di kawasan tersebut. Menurut mereka, meskipun kemacetan cukup mengganggu, keberadaan pedagang takjil juga membantu masyarakat mendapatkan makanan berbuka dengan mudah.

Di sisi lain, para pedagang mengaku bahwa berjualan takjil selama Ramadan merupakan kesempatan untuk menambah penghasilan. Siti (35), salah satu pedagang gorengan di kawasan tersebut, mengatakan bahwa jumlah pembeli meningkat pesat menjelang waktu berbuka puasa.
“Kalau bulan Ramadan memang lebih ramai. Biasanya orang mulai beli dari jam lima sore sampai magrib. Alhamdulillah dagangan sering habis,” katanya.
Menurutnya, kawasan di depan kampus dipilih karena lokasinya strategis dan ramai dilalui mahasiswa serta masyarakat umum. Hal tersebut membuat peluang dagangan laku menjadi lebih besar.
Meski demikian, sejumlah masyarakat berharap adanya penataan dari pihak terkait agar aktivitas jual beli takjil tidak mengganggu arus lalu lintas. Beberapa warga menyarankan agar pedagang ditempatkan di area khusus atau ditata lebih rapi sehingga tidak menggunakan badan jalan.
Penataan tersebut dinilai penting untuk menjaga ketertiban lalu lintas sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli. Dengan pengaturan yang baik, aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan dapat tetap berjalan tanpa menimbulkan kemacetan yang berkepanjangan.
Kemacetan menjelang waktu berbuka puasa memang menjadi fenomena yang kerap terjadi di berbagai kota selama bulan Ramadan. Meningkatnya aktivitas masyarakat dalam mencari makanan berbuka sering kali membuat sejumlah titik jalan menjadi lebih padat dari biasanya.
Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama dari pedagang, pembeli, dan pengguna jalan agar tetap menjaga ketertiban serta mematuhi aturan lalu lintas. Dengan demikian, suasana Ramadan yang penuh berkah dapat dirasakan dengan lebih nyaman oleh seluruh masyarakat..
Oleh: Indriana Hasibuan, Anisa Putri
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































