TANGSEL – Wali Kota Tangerang Selatan(Tangsel), Benyamin Davnie memastikan, enam kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh aktivitas di sekitar TPA Cipeucang akan segera menerima pembebasan lahan dan kompensasi dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Lebih lanjut, Benyamin menjelaskan, Kebijakan ini menjadi langkah nyata Pemkot untuk menegakkan keadilan bagi warga sekitar kawasan pengelolaan sampah.
“Enam KK terdampak langsung akan dibebaskan lahannya. Tahun ini 4.000 meter kita bayar, kemudian tahun depan 2,7 hektar akan dibayar oleh APBD, menjadi landfill 4,” kata Benyamin usai rapat koordinasi bersama sejumlah kepala dinas, di Gedung Puspemkot, Serua, Ciputat, ditulis Selasa 4 November 2025.
Benyamin menegaskan, bahwa seluruh proses sudah berjalan sesuai kesepakatan. “Harga sudah sepakat, saya nggak tahu berapa tapi sudah disepakati, tinggal dibayar saja,” ujarnya.
Menurutnya, pembebasan lahan dilakukan bertahap melalui APBD Perubahan 2025 dan APBD 2026. Pembayaran tahap pertama dilakukan tahun ini, sementara sisanya akan dituntaskan tahun depan sebagai bagian dari pengembangan landfill 4 dengan sistem sanitary landfill.
Tak hanya itu, kata Benyamin, Pemkot juga menyiapkan kompensasi tahunan bagi warga sekitar. “Itu juga sudah dianggarkan di Dinas Lingkungan Hidup, nanti tinggal diselesaikan. Sementara ini Rp 250 ribu, relatif tergantung kesepakatan antara warga dan dinas,” jelasnya.
Benyamin memaparkan, Jumlah penerima manfaat mencapai 1.400 KK, dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan hasil kompromi antara warga dan pemerintah.
“Ya, hasil komprominya antara warga masyarakat dengan dinas seperti itu,” ujarnya.
Selain itu, Benyamin juga menanggapi keluhan warga terkait keterlambatan pencairan dana kompensasi. “Baik, nanti saya perhatikan untuk percepatannya,” paparnya.
Maka itu, Benyamin meminta, Dinas Lingkungan Hidup agar mempercepat proses administratif sehingga dana bisa segera diterima masyarakat.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan warga sekitar, lanjut Benyamin, Pemkot Tangsel menyiapkan program penyediaan air bersih bagi masyarakat Cipeucang.
“Tahun depan(2026) saya sudah mintakan Dinas Cipta Karya untuk membangun perpipaan air bersih bagi warga di sekitar Cipeucang. Akan dihitung berapa panjang pipanya, nanti airnya bisa dari bawah tanah atau dari Perseroda PITS,” terangnya.
Kemudian, Benyamin menambahkan, inisiatif ini muncul setelah mendengar warga yang masih harus membeli air galon untuk kebutuhan harian. “Sekarang katanya beli galon, nanti kita fasilitasi air bersih,” ujarnya.
Melalui kebijakan ini, lanjutnya lagi, Pemkot berupaya menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal teknis dan infrastruktur, tapi juga tentang kepedulian sosial.
“Saya ingin warga di sekitar Cipeucang juga merasakan manfaat dan perhatian pemerintah. Kita tidak hanya mengolah sampah, tapi juga membangun kesejahteraan,” tutupnya.(JP)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































