Guru Kelas 4 MIS Al-Musthofa Tingkatkan Kreativitas Siswa Melalui Kerajinan dari Bahan Sederhana
Garut, 15 November 2025 — Inovasi pembelajaran kembali diperlihatkan oleh salah satu guru MIS Al-Musthofa. Ibu Yuli Mandasari, S.P.I, selaku wali kelas 4, menghadirkan kegiatan kerajinan tangan dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana seperti slime, plastisin, dan kardus. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menumbuhkan kreativitas siswa sekaligus menjaga motivasi belajar mereka melalui aktivitas yang menyenangkan dan penuh makna.
Dalam pembelajarannya, Ibu Yuli mengajak siswa untuk membuat berbagai bentuk karya sesuai imajinasi masing-masing. Slime yang lembut dan elastis, plastisin yang mudah dibentuk, hingga kardus bekas yang biasanya tidak dimanfaatkan, diolah menjadi kerajinan kreatif yang memiliki nilai edukatif. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan motorik halus, tetapi juga membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kesabaran, serta ketelitian.
Menurut Ibu Yuli, pembelajaran berbasis proyek seperti ini menjadi salah satu cara efektif untuk menghidupkan suasana kelas dan meningkatkan rasa percaya diri siswa. “Ketika anak-anak diberi kesempatan berkarya, mereka akan menunjukkan potensi terbaiknya. Melalui bahan sederhana pun, mereka dapat menciptakan sesuatu yang bermakna. Yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba dan tidak takut berkreasi,” jelasnya.

Ia juga menuturkan bahwa kegiatan seni memiliki peranan penting dalam perkembangan psikologis siswa. Aktivitas meremas slime, membentuk plastisin, atau merakit kardus dapat menjadi media penyaluran emosi yang positif. Dengan berkegiatan secara mandiri maupun berkelompok, siswa belajar mengekspresikan diri, mengatur emosi, serta bekerja sama dengan teman sekelas.
Kepala Madrasah MIS Al-Musthofa, Ibu Neti Maryati, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan oleh Ibu Yuli. Ia menilai bahwa kreativitas guru dalam merancang pembelajaran sangat berdampak pada kualitas pengalaman belajar siswa. “Kami melihat bahwa kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang lebih luas. Kreativitas yang dibangun sejak dini akan menjadi bekal penting bagi mereka di masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MIS Al-Musthofa selalu mendukung setiap langkah guru yang mampu menghadirkan pembelajaran menyenangkan dan bermakna. Sebab, kreativitas, kemandirian, dan keseimbangan psikologis merupakan aspek yang tidak kalah penting dari pencapaian akademik. Melalui kegiatan kerajinan ini, MIS Al-Musthofa membuktikan komitmennya dalam menyediakan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik yang memperkaya pengalaman belajar siswa. Dengan pendekatan kreatif yang dilakukan oleh Ibu Yuli Mandasari, S.P.I, siswa kelas 4 tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga mengembangkan karakter, keterampilan, dan kecintaan terhadap proses belajar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































