Sidoarjo – SD Muhammadiyah 1 Candi menggelar program kunjungan edukatif (visiting program) ke Kebun Teh Wonosari yang berlokasi di Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 3 dan 4 ini berlangsung dengan penuh antusias dan memberikan pengalaman belajar yang tak terlupakan bagi para peserta didik.
Keberangkatan Pagi Penuh Semangat
Perjalanan dimulai pukul 06.30 WIB dari halaman sekolah. Sebanyak tiga bus disiapkan untuk mengangkut rombongan siswa, guru pendamping, dan mahasiswa magang UMSIDA menuju destinasi wisata edukasi yang terkenal dengan hamparan perkebunan tehnya yang hijau dan sejuk ini. Suasana keberangkatan dipenuhi dengan keceriaan dan semangat tinggi dari para siswa yang sudah tidak sabar untuk memulai petualangan edukatif mereka.
Perjalanan dari Candi Sidoarjo menuju Lawang memakan waktu sekitar satu jam lebih. Sepanjang perjalanan, para siswa tampak bersemangat sambil bernyanyi dan berbincang dengan teman-teman mereka, menciptakan suasana yang penuh keakraban dan kehangatan.

Menjelajahi Pabrik Pengolahan Teh
Sesampainya di Kebun Teh Wonosari, rombongan langsung disambut oleh pemandu wisata yang ramah. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah mengunjungi pabrik pembuatan teh. Di sini, para siswa diajak untuk melihat secara langsung proses pengolahan daun teh segar hingga menjadi teh siap konsumsi.
Para siswa dengan antusias mengamati setiap tahapan produksi, mulai dari proses pelayuan (withering), penggilingan (rolling), oksidasi (fermentasi), pengeringan, hingga pengemasan. Pemandu menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak tentang pentingnya setiap tahapan dalam menghasilkan teh berkualitas tinggi. Wajah-wajah penasaran dan mata berbinar para siswa menunjukkan betapa mereka menikmati setiap informasi yang disampaikan.
Mengenal Ragam Jenis Teh
Setelah keluar dari area pabrik, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengenalan berbagai macam jenis teh. Para siswa diperkenalkan dengan berbagai varian teh seperti teh hijau, teh hitam, teh oolong, dan teh putih. Pemandu menjelaskan perbedaan karakteristik dari masing-masing jenis teh, mulai dari proses pengolahannya, kandungan nutrisinya, hingga manfaatnya bagi kesehatan.
Para siswa tampak takjub mengetahui bahwa semua jenis teh tersebut sebenarnya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, namun menghasilkan rasa dan aroma yang berbeda karena perbedaan dalam proses pengolahannya.
Belajar di Hamparan Hijau Kebun Teh
Pengalaman paling menarik bagi para siswa adalah saat mereka diajak berkeliling kebun teh yang luas. Dengan latar belakang pemandangan hijau yang asri dan udara pegunungan yang sejuk, para siswa belajar mengenal tanaman teh secara langsung. Mereka diajarkan cara memetik daun teh yang benar, yaitu dengan mengambil pucuk daun beserta dua lembar daun muda di bawahnya (metode pucuk tiga).
Beberapa siswa bahkan berkesempatan mencoba memetik daun teh sendiri dengan bimbingan petugas kebun. Pengalaman hands-on ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang proses awal produksi teh sebelum masuk ke pabrik pengolahan.

Sesi Mencicipi Teh yang Menyenangkan
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi mencicipi berbagai macam rasa teh. Di ruang khusus yang telah disiapkan, para siswa diajak untuk merasakan perbedaan rasa dan aroma dari berbagai jenis teh yang telah mereka pelajari sebelumnya. Ada yang menyukai rasa teh hijau yang segar, ada pula yang lebih suka teh hitam yang lebih kuat aromanya.
Sesi ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih indera perasa para siswa untuk lebih peka terhadap perbedaan-perbedaan yang halus dalam makanan dan minuman.
Makan Siang dengan Pemandangan Memukau
Saat waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB, seluruh rombongan berkumpul di area makan yang telah disediakan. Makan siang bersama dilakukan di sebuah gazebo terbuka yang menghadap langsung ke hamparan kebun teh. Sambil menyantap bekal yang telah disiapkan, para siswa dan guru bisa menikmati pemandangan indah perkebunan teh yang membentang luas dengan latar belakang pegunungan.
Sambil makan, mereka juga menikmati segelas teh hangat yang menyegarkan. Suasana kebersamaan yang hangat tercipta di antara siswa dan guru, menjadikan momen ini sebagai bagian yang paling berkesan dari keseluruhan program.
Perjalanan Pulang dan Sholat Berjamaah
Setelah puas menikmati seluruh rangkaian kegiatan di Kebun Teh Wonosari, rombongan memulai perjalanan pulang sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam perjalanan pulang, rombongan mampir di Masjid Merah Pandaan untuk melaksanakan sholat Ashar berjamaah. Masjid yang terkenal dengan arsitektur khasnya ini menjadi tempat istirahat yang tepat sekaligus sarana untuk menunaikan ibadah.
Para siswa tertib melaksanakan sholat berjamaah dengan bimbingan guru-guru mereka, menunjukkan karakter religius yang menjadi ciri khas sekolah Muhammadiyah.
Nilai Edukatif dan Karakter
Kepala SD Muhammadiyah 1 Candi menyampaikan bahwa program visiting seperti ini sangat penting untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual kepada siswa. “Anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga bisa melihat, menyentuh, dan merasakan langsung apa yang mereka pelajari. Ini akan membuat pembelajaran lebih bermakna dan tidak mudah dilupakan,” ujarnya.
Program ini juga mengajarkan nilai-nilai karakter seperti kerja sama, disiplin, menghargai alam, dan religius. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia sesuai visi misi sekolah Muhammadiyah.
Seluruh rangkaian kegiatan visiting program ke Kebun Teh Wonosari Lawang ini ditutup dengan ucapan syukur dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada para siswa di masa mendatang.
Penulis: Syakirah Rosalinda
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”





































































