Siswa Kelas XI MA Hidayatul Faizien Hidupkan Pembelajaran Fikih Melalui Praktik Bab Pernikahan
Garut, 20 November 2025 – Pembelajaran fikih di MA Hidayatul Faizien menghadirkan suasana yang berbeda dari biasanya ketika siswa kelas XI melaksanakan praktik bab pernikahan sebagai bagian dari pendalaman materi mengenai hukum dan tata cara pernikahan dalam Islam. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang aula madrasah tersebut disusun sedemikian rupa sehingga menyerupai prosesi pernikahan yang sesungguhnya. Para siswa tampil dengan penuh peran, mulai dari memerankan pasangan pengantin, wali nikah, saksi, hingga penghulu, sehingga suasana tampak hidup, edukatif, sekaligus menghibur.
Di tengah kegiatan, tampak para siswa berlatih dialog ijab kabul dengan serius, mempersiapkan tata letak kursi seperti prosesi akad nikah, hingga menyusun rangkaian acara yang rapi. Bahkan beberapa siswa terlihat mempraktikkan intonasi yang tepat dalam melafalkan sighat akad. Seluruh rangkaian aktivitas ini menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga membangun keterampilan praktik nyata yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh guru fikih sekaligus penanggung jawab program, Bapak Abdul Rozaq, S.Pd., M.Pd., yang sejak awal menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik. “Materi pernikahan bukan sekadar teks yang dibaca di buku. Ia adalah hukum yang memiliki aspek sosial dan spiritual yang sangat besar. Karena itu, siswa harus merasakan langsung bagaimana sebuah akad berjalan,” ujar Bapak Abdul Rozaq.

Beliau menambahkan bahwa praktik seperti ini membantu siswa memahami betapa pentingnya persiapan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
“Kami ingin siswa memahami makna mendalam dari sakinah, mawadah, dan warahmah. Tiga konsep itu bukan hiasan kalimat, tetapi tujuan agung yang harus dijaga dalam keluarga Muslim. Dengan praktik, mereka jauh lebih mudah menangkap esensinya,” jelasnya.
Menurutnya, pembelajaran melalui praktik juga menjadi sarana untuk melatih keberanian, kemampuan komunikasi, serta sikap tanggap siswa dalam menjalankan peran sosial. Selain memahami hukum fikih, siswa juga belajar untuk disiplin, bekerja sama, dan berinteraksi dengan baik.
Sementara itu, Kepala Madrasah, Bapak H. Aceng Irpan Naufal, S.Ag., M.A., hadir langsung menyaksikan jalannya kegiatan. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kreativitas guru dan kesungguhan siswa dalam mengikuti praktik ini. “Saya melihat energi positif luar biasa dari kegiatan ini. Para siswa tidak hanya belajar tentang hukum pernikahan, tetapi juga ikut merasakan prosesnya secara langsung. Ini membuat pelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna,” ujar beliau.
Bapak Kepala Madrasah juga menambahkan bahwa metode pembelajaran seperti ini selaras dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang unggul secara kognitif dan matang secara spiritual. “Madrasah harus mampu menyiapkan generasi yang memahami syariat Islam secara utuh. Ketika teori dipadukan dengan praktik, pemahaman siswa akan lebih mendalam dan membekas. Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Suasana kegiatan tampak penuh keakraban. Tawa kecil beberapa siswa yang gugup saat memerankan akad nikah sesekali terdengar, namun tetap dalam batas sopan dan kendali guru. Hal ini justru menambah dinamika kegiatan sehingga terasa lebih alami dan menyenangkan. Di sisi lain, siswa yang bertugas sebagai saksi dan wali terlihat bekerja dengan penuh tanggung jawab, memastikan rangkaian prosesi berjalan tertib.
Selain memperkuat pemahaman fikih, kegiatan ini juga memiliki dampak yang lebih luas pada perkembangan diri siswa. Beberapa guru menyampaikan bahwa siswa yang biasanya pendiam tampak lebih aktif saat diberi peran tertentu. Ada pula siswa yang menunjukkan bakat komunikasi dan kepemimpinan yang sebelumnya tidak terlihat. Menurut Bapak Abdul Rozaq, hal itu menjadi salah satu nilai tambah dari metode praktik. “Ternyata banyak potensi siswa yang muncul ketika mereka diberi ruang untuk memerankan sesuatu. Inilah alasan kami mendorong pembelajaran yang bersifat langsung dan kontekstual,” ujarnya.
Kegiatan praktik bab pernikahan ini diharapkan dapat menjadi tradisi positif di MA Hidayatul Faizien. Madrasah berencana memasukkannya ke dalam agenda tahunan agar setiap angkatan siswa mendapatkan pengalaman serupa. Dengan demikian, pemahaman terhadap hukum pernikahan tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi melekat sebagai bagian dari kecakapan hidup yang perlu dimiliki seorang Muslim. Pada akhirnya, kegiatan ini bukan semata simulasi akad nikah, melainkan pembelajaran mendalam tentang tanggung jawab, kesiapan moral, nilai keluarga, serta pemahaman terhadap syariat Islam. Melalui pendekatan yang kreatif dan bermakna, MA Hidayatul Faizien semakin mantap dalam mengukuhkan diri sebagai madrasah yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membina karakter dan akhlak generasi muda.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”


















































![aisah nur Safitri adalah gadis cilik SMP yang berprestasi dalam bidang seni tari 51 jakarta, Gadis cilik Aisah Nur Safitri, siswa [Nama Sekolah], berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam Kompetisi Tari Tingkat Kota yang diadakan di bidang seni tari. Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di kota. Dengan penampilan yang memukau, Aisah Nur Safitri berhasil memikat hati juri dan penonton. Ia menampilkan tarian yang sangat ekspresif dan penuh energi, sehingga membuatnya menjadi salah satu peserta yang paling menonjol dalam kompetisi ini. " Saya sangat senang dan bangga bisa menjadi Juara Harapan 1 dalam kompetisi ini," kata Aisah Nur Safitri. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada guru-guru dan keluarga saya yang telah mendukung saya sepanjang proses latihan." Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain untuk terus mengembangkan bakat mereka dan mencapai prestasi yang lebih tinggi](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20251109-WA0213-120x86.jpg)
























