Maraknya alih fungsi lahan pertanian memberi dampak signifikan terhadap ketahanan pangan, terutama di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Kawasan yang berkembang menjadi pusat industri mengalami konversi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman hingga gedung perkantoran. Kondisi ini membuat ketersediaan lahan pertanian semakin berkurang, sehingga pasokan pangan menurun dan masyarakat perkotaan semakin bergantung pada wilayah pedesaan untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Sebagai respon atas semakin terbatasanya lahan pertanian di wilayah perkotaan, metode budidaya tanaman Hidroponik muncul sebagai solusi inovatif yang praktis dan sederhana karena dapat diterapkan di lahan yang terbatas. Hidroponik berasal dari bahasa latin hydro yang berarti air dan ponos yang berarti pengerjaan, sehingga secara umum dapat diartikan budidaya Hidroponik adalah metode menanam tanpa menggunakan tanah tetapi menggunakan air yang berisi larutan nutrisi. Penerapannya dapat dilakukan melalui berbagai teknik, salah satunya teknik sumbu (wick system) yang dikenal sebagai teknik paling sederhana dan mudah dipraktikan bagi pemula. Hidroponik teknik sumbu (wick system) merupakan metode hidroponik dengan menggunakan sumbu sebagai penghubung antara nutrisi dan bagian perakaran pada media tanam. Biasanya sumbu yang digunakan adalah kain flanel atau dapat diganti dengan bahan lain yang mudah menyerap air.

Sumber gambar: Pinterest/ Grace Andreas
Penerapan hidroponik sistem sumbu juga dinilai efisien karena dapat dibuat dengan memanfaatkan botol bekas sebagai wadah tanam. Alat yang dibutuhkan hanya botol bekas, gunting, dan kain flanel, sedangkan bahan utamanya meliputi bibit tanaman, rockwool, air, serta nutrisi AB mix. Proses penanaman dimulai dari penyemaian bibit pada rockwool yang telah dibasahi hingga bibit tumbuh dalam waktu sekitar sepuluh hari. Setelah itu, larutan nutrisi disiapkan dengan perbandingan 5 ml nutrisi A dan 5 ml nutrisi B untuk satu liter air, kemudian dapat dituangkan ke dalam wadah botol yang telah dibuat. Kemudian bibit yang sudah tumbuh dapat dipindahkan ke wadah tersebut dan perawatan tanaman dilakukan dengan mengganti larutan nutrisi setiap dua minggu sekali. Tanaman umumnya dapat dipanen pada usia 30 hingga 45 hari tergantung jenis bibit yang ditanam.
Budidaya tanaman dengan metode hidroponik sistem sumbu menjadi alternatif cara berkebun yang praktis bagi masyarakat perkotaan karena dapat diterapkan di pekarangan rumah. Selain dapat diterapkan pada lahan yang terbatas taman hidroponik juga memiliki keunggulan lain yakni diantaranya lebih efisien dalam penggunaan air dan pupuk, menghasilkan panen yang lebih terkontrol dari gangguan hama, pertumbuhan tanaman lebih cepat, serta penanaman tidak bergantung pada iklim. Keunggulan tersebut menjadikan metode Hidroponik sebagai solusi yang tepat bagi masyarakat di wilayah perkotaan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Penerapan sistem ini memanfaatkan lahan terbatas agar tetap produktif, sehingga dapat mendorong kemandirian pangan pada tingkat rumah tangga.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































