Bali, Indonesia – Perubahan iklim kini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi masa depan bumi. Dampaknya mulai terasa melalui cuaca yang tidak menentu, meningkatnya suhu udara, serta terganggunya keseimbangan alam. Karena itu, penting bagi anak-anak sebagai generasi penerus untuk memahami isu ini sejak dini dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan mereka.
Salah satu upaya tersebut hadir melalui program “Dongeng Keliling Desa: Kenal Iklim, Jaga Bumi” yang mulai dilaksanakan di sejumlah desa di Bali. Program ini menjadi gerakan akar rumput untuk membangun kesadaran menjaga lingkungan melalui metode yang ramah anak: dongeng, permainan edukatif, dan aktivitas kreatif.
Program ini diinisiasi oleh Gaung Tapa, Relawan Literasi Perpustakaan Nasional yang aktif bergerak di bidang edukasi anak dan literasi masyarakat. Melalui cerita bergambar dan alur yang memikat, anak-anak diajak mengenal apa itu perubahan iklim dan langkah kecil apa yang dapat mereka lakukan, mulai dari rumah hingga sekolah.
Dalam sesi dongeng, anak-anak diperkenalkan dengan cerita tentang hutan, laut, udara, dan hewan yang hidup di sekitarnya. Cerita juga menggambarkan Bali sebagai pulau wisata yang penuh keindahan budaya dan alam, namun saat ini menghadapi persoalan lingkungan seperti sampah plastik, ruang hijau yang berkurang, dan semakin meningkatnya polusi.
Perubahan iklim dijelaskan menggunakan bahasa sederhana: bumi menjadi panas karena terlalu banyak sampah, pohon ditebang, dan energi digunakan secara berlebihan. Akibatnya, cuaca sering berubah tiba-tiba, hujan bisa terlalu deras atau justru jarang turun, dan lingkungan menjadi kurang nyaman bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.
Program ini mendapat dukungan dari Mini Grant Yayasan Partisipasi Muda Indonesia dan CSIS (Centre for Strategic and International Studies) sebagai langkah memperkuat edukasi lingkungan berbasis komunitas, terutama di daerah dengan kekayaan alam dan budaya seperti Bali.
Selain dongeng, anak-anak juga mengikuti berbagai kegiatan kreatif seperti menggambar pesan lingkungan, memilah dan mengelola sampah sederhana, menanam bibit tanaman, hingga membuat komitmen kecil seperti membawa botol minum sendiri atau menggunakan kembali barang yang masih bisa dipakai.
Lebih dari sekadar kegiatan belajar, program ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan empati terhadap alam. Diharapkan, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang mencintai lingkungan serta berperan menjaga bumi tetap sehat dan layak huni.
Dengan pendekatan yang menyenangkan dan relevan dengan keseharian mereka, “Dongeng Keliling Desa: Kenal Iklim, Jaga Bumi” menjadi langkah kecil namun bermakna dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini di Bali.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































