Microwave memang menjadi pilihan banyak orang karena pengunaanya yang praktis dan cepat dalam proses memasak dan memanaskan makanan. Dengan berbagai fitur yang ada pada microwave, alat ini bisa mempersingkat proses pengolahan makanan sehingga dapat menghemat waktu dalam penyajiannya tanpa harus menunggu lama. Namun, tidak semua jenis makanan aman diproses menggunakan microwave. Ada beberapa makanan yang justru dapat menimbulkan risiko berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan pengguna, salah satunya adalah telur.
Banyak pengguna microwave tidak menyadari bahwa memanaskan telur secara sembarangan bisa memicu ledakan yang dapat melukai kulit. Dikutip dari ABC News (2004), seorang anak perempuan berusia 9 tahun di London mengalami cedera mata serius setelah mencoba memanaskan telur rebus menggunakan microwave. Telur tersebut dipanaskan selama kurang lebih 40 detik, kemudian dikeluarkan dan diletakkan di dalam mangkuk. Sekitar 30 detik setelah dikeluarkan, telur itu meledak secara tiba-tiba dan pecahannya mengenai mata kanannya sehingga menyebabkan cedera yang serius.
Microwave menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik sekitar 2,45 GHz yang merambat dalam memanaskan bahan pangan atau makanan yang mengandung banyak air, lemak dan beberapa komponen pangan. Proses pemanasan makanan menggunakan microwave terjadi dari dalam ke luar, sehingga membuat makanan mudah panas dan matang dengan waktu singkat.
Telur merupakan bahan pangan yang banyak mengandung air. Karena pemanasan cepat di dalam microwave, air di dalam telur akan memanas dengan cepat dan berubah menjadi uap air bertekanan tinggi yang terperangkap di dalam cangkang. Tekanan uap ini tidak dapat keluar dengan mudah sehingga menumpuk dan akhirnya menyebabkan telur meledak.
Ledakan dapat terjadi:
● Selama pemanasan, karena tekanan.
● Setelah pemanasan, saat telur tampak utuh namun menyimpan uap panas di dalamnya.
Ledakan telur dapat menyebabkan:
● luka bakar pada kulit atau mulut,
● cedera mata akibat pecahan panas
● kerusakan peralatan dapur dan microwave.
Untuk menghindari risiko ledakan, berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan:
1. Telur tidak boleh dimasukkan ke microwave dalam keadaan utuh. Pecahkan telur dan letakkan di wadah tahan panas yang aman untuk microwave.
2. Tusuk kuning telur dengan garpu atau tusuk gigi sehingga uap dapat keluar atau dibuat scrambled dengan mengocok telur terlebih dahulu.
3. Gunakan daya rendah (low power) agar telur matang merata.
Namun, alternatif yang jauh lebih aman adalah memasak telur di atas kompor, seperti merebusnya dalam air mendidih atau memasaknya menjadi telur dadar.
Nah, itu tadi penyebab telur dapat berbahaya jika dimasukkan ke dalam microwave.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































