Siaran berita.com-Dalam tasawuf dikenal maqom Ahl al-Ikhmal — golongan orang-orang suci yang bersembunyi, tak ingin dikenal dan jauh dari popularitas. Mereka juga disebut Auliya’ al-Makhfiyyun, wali-wali tersembunyi yang Allah simpan di tengah manusia tanpa tanda-tanda lahiriah kesucian. Cahaya mereka besar, tetapi sengaja diselimuti kerendahan diri.
Cerita: Para Kekasih Allah yang Bersembunyi di Balik Kesunyian
Di sebuah desa yang tenang di kaki pegunungan, hidup masyarakat sederhana yang tidak pernah mengejar kemewahan atau dunia gemerlap. Namun ada satu rahasia besar yang disembunyikan alam di desa itu, rahasia yang hanya Allah dan para malaikat yang mengetahuinya: keberadaan seorang kekasih Allah.
Ia dikenal sebagai Syaikh Abdul Karim, tetapi ia sendiri tidak pernah meminta gelar apa pun. Ia hanya penjaga surau kecil — menyalakan lampu tiap magrib, menyapu halaman setiap subuh, mengatur sandal jamaah, dan menunggu azan dengan senyum tulus. Siapa sangka, di balik kesederhanaannya tersimpan keagungan ruhani yang tak terlihat manusia.
Setiap malam, ketika desa tenggelam dalam tidur lelap, ia bangun dalam kegelapan, menghadap Allah hingga langit menua menjelang fajar. Tidak ada saksi, tidak ada kamera, tidak ada jamaah yang memujinya. Hanya air mata kerinduan dan doa panjang untuk seluruh manusia, untuk keselamatan umat, untuk bangsa, bahkan untuk orang-orang yang tidak pernah ia kenal.
Suatu malam, seorang pemuda tanpa sengaja melihatnya sujud sambil menangis tersedu, memohon:
“Ya Allah, jangan biarkan umat Nabi-Mu binasa. Ampuni mereka meskipun mereka lupa pada-Mu. Selamatkan mereka meski mereka tak mengenal-Mu.”
Pemuda itu tertegun. Betapa rendah dirinya tampak di siang hari, tapi betapa tinggi kedudukannya di malam sunyi.
Dan benar firman Allah SWT:
“Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati.”
(QS. Al-Furqan: 63)
“Siapa yang mengikhlaskan amalnya hanya untuk mencari keridaan Tuhan Yang Maha Tinggi, maka kelak ia akan mendapatkan keridaan itu.”
(QS. Al-Lail: 19–21)
Para ulama berkata: mereka yang disembunyikan Allah seperti ini bukan karena takut kepada manusia, tetapi karena takut hatinya lekas terpikat oleh pujian. Popularitas, sanjungan, dan kehormatan adalah pintu-pintu halus yang dapat mencuri hubungan hati dengan Allah. Karena itu mereka lari dari ketenaran sebagaimana manusia lain berlari mengejarnya.
Rasulullah ﷺ pun mengisyaratkan keberadaan mereka:
“Betapa banyak orang yang rambutnya kusut, pakaiannya berdebu, diusir dari pintu-pintu, namun jika ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah kabulkan.”
(HR. Muslim)
Wafat tanpa nama, tetapi dikenal oleh langit
Syaikh Abdul Karim wafat secara sunyi. Tak ada keramaian, tak ada gelar, tak ada ucapan mulia dari tokoh-tokoh besar. Namun sejak kepergiannya, terjadi perubahan besar: para pemuda yang dulunya lalai mulai rajin shalat, keluarga yang saling membenci mulai rukun, surau yang sepi mulai kembali ramai. Seolah doa-doanya selama bertahun-tahun baru menampakkan keajaibannya setelah ia tiada — seperti hujan yang turun lama setelah awan pergi.
Barulah masyarakat memahami: terkadang ada wali Allah berjalan di antara manusia tanpa dikenali. Ada orang yang terlihat biasa, namun namanya disebut-sebut oleh penghuni langit.
Penutup Makna Tasawuf
Dalam tasawuf, tingkatan ini disebut maqom al-Ikhmal — puncak keikhlasan ketika seorang hamba tidak hanya menyembunyikan maksiatnya, tetapi juga menyembunyikan amal salehnya. Mereka hidup bukan untuk dipuji manusia, tetapi cukup untuk diridai Allah meski tidak pernah dikenal di bumi.
Mereka lah para kekasih Allah yang tidak terlihat —
tidak terkenal di bumi, tetapi sangat terkenal di langit.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”


















































![aisah nur Safitri adalah gadis cilik SMP yang berprestasi dalam bidang seni tari 49 jakarta, Gadis cilik Aisah Nur Safitri, siswa [Nama Sekolah], berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam Kompetisi Tari Tingkat Kota yang diadakan di bidang seni tari. Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di kota. Dengan penampilan yang memukau, Aisah Nur Safitri berhasil memikat hati juri dan penonton. Ia menampilkan tarian yang sangat ekspresif dan penuh energi, sehingga membuatnya menjadi salah satu peserta yang paling menonjol dalam kompetisi ini. " Saya sangat senang dan bangga bisa menjadi Juara Harapan 1 dalam kompetisi ini," kata Aisah Nur Safitri. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada guru-guru dan keluarga saya yang telah mendukung saya sepanjang proses latihan." Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain untuk terus mengembangkan bakat mereka dan mencapai prestasi yang lebih tinggi](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20251109-WA0213-120x86.jpg)























