Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu terus berkomitmen memberikan layanan pembinaan terbaik bagi warga binaan. Bersinergi dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bengkulu, Lapas menggelar kegiatan Asesmen Awal dan Konseling bagi warga binaan, Selasa (2/12).
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendataan mendalam terkait identitas pribadi, latar belakang, serta kebutuhan khusus setiap individu. Dengan demikian, program pembinaan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi nyata dan kebutuhan masing-masing warga binaan.
Selain itu, proses assessment awal juga mencakup penggalian informasi mengenai sejauh mana dukungan keluarga yang dimiliki. Dukungan keluarga dinilai sebagai salah satu faktor krusial dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu, Suci Winarsih, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menciptakan pola pembinaan yang lebih tepat sasaran.
“Dengan adanya data yang komprehensif, kami dapat memberikan layanan pembinaan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan warga binaan. Dukungan keluarga juga akan terus kami dorong, karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap keberhasilan reintegrasi sosial,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi dengan PKBI Bengkulu, Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu berharap dapat menghadirkan pendekatan pembinaan yang lebih humanis, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masa depan warga binaan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































