Boja, November 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 85 UIN Walisongo Semarang Posko 16 Desa Karangmanggis meggelar program Gerakan Resapan Hijau sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan. Kegiatan ini berfokus untuk mengedukasi masyarakat dengan pembuatan sepuluh lubang biopori di lingkungan warga sebagai upaya memperbaiki kualitas tanah serta mencegah banjir saat musim hujan.
Lubang biopori yang dibuat dalam program Gerakan Resapan Hijau ini mengusung konsep ramah lingkungan dengan memanfaatkan galon bekas Le Minerale sebagai lapisan dinding biopori. Galon tersebut dipotong pada bagian bawahnya serta diberi lubang di sekelilingnya. Pemanfaatan galon bekas ini juga menjadi solusi dalam mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar.
Pembuatan lubang biopori diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi mengenai pembuatan lubang biopori dilakukan bertepatan dengan pertemuan rutin Ibu PKK desa Karangmanggis. Pada kegitan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan mengenai manfaat biopori bagi penyerapan air, pengelolaan sampah organik menjadi kompos alami, serta perbaikan tanah. Antusiasme para anggota PKK terlihat dari sesi diskusi yang berlangsung aktif, di mana para anggota turut berbagi pengalaman terkait permasalahan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
Di tengah sesi diskusi, Ibu Miyati, salah satu anggota PKK dengan antuasias menawarkan rumahnya sebagai lokasi pembuatan biopori. Ia menyampaikan bahwa di halaman belakang rumahnya terdapat titik yang sering tergenang saat hujan deras. Sehingga ia berharap pembuatan lubang biopori dapat menjadi Solusi untuk mengurangi genangan air. “Kalau boleh, di rumah saya dibuatkan biopori, karena tiap hujan deras pasti ada genangan air” ujarnya. Tawaran tersebut langsung disambut positif oleh mahasiswa KKN, yang kemudian menjadikan rumah Ibu Miyati sebagai salah satu titik pembuatan lubang biopori.
Proses pembuatan dilakukan menggunakan alat manual cangkul, dengan lubang mengikuti lebar dan tinggi galon Le Minerale yang kemudian diisi sampah organik seperti daun kering, sisa sayuran, dan buah-buahan. Sampah tersebut nantinya akan terurai secara alami menjadi kompos yang menyuburkan tanah. Dengan program Gerakan Resapan Hijau, warga menyambut positif program ini. Ibu Yati warga Desa Karangmanggis, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKN. “Terima kasih sudah dibuatkan lubang biopori, saya jadi lebih paham cara mengelelola sampah organik untuk memanfaatkanya menjadi kompos” ujarnya.
Melalui Gerakan Resapan Hijau, mahasiswa KKN UIN Walisongo membuktikan bahwa aksi lingkungan yang sederhana namun konsisten mampu mebawa perubahan besar. Program ini diharapkan menjadi Langkah awal tumbuhnya kesadaran ekologis masyarakat Desa Karangmanggis menuju lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































