ACEH SINGKIL – Suasana malam pergantian tahun di Provinsi Aceh terpantau kondusif dan terkendali. Berbeda dengan perayaan higar-bingar di daerah lain, Aceh memilih untuk melewati malam tahun baru tanpa pesta pora. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan empati terhadap masyarakat yang sedang terdampak bencana alam di beberapa titik wilayah Sumatera dan Aceh.
Untuk memastikan keamanan tetap terjaga, tim gabungan yang terdiri dari Kepolisian, Satpol PP, dan Wilayatul Hisbah (WH) melakukan patroli skala besar di berbagai titik keramaian. Di Aceh Singkil, petugas menyisir area publik dan dengan tegas namun humanis membubarkan kepadatan warga yang masih berkumpul melewati pukul 00.00 WIB.
Langkah ini diambil sejalan dengan perintah pemerintah daerah untuk menjaga kekhusyukan dan menghindari kegiatan yang bertentangan dengan norma syariat serta nilai kemanusiaan di tengah situasi duka.
Kondisi yang sepi dan tertib ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Aceh Singkil, Chairil Aqil, mengungkapkan bahwa absennya perayaan tahun ini merupakan cerminan solidaritas masyarakat Aceh.
”Malam tahun baru kali ini memang tampak berbeda dan lebih sepi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tentu tidak terlepas dari situasi Sumatera khususnya Aceh yang sedang berduka,” ujar Chairil saat diwawancarai di sela-sela pantauan suasana malam.
Ia menambahkan bahwa keputusan untuk tidak merayakan tahun baru adalah langkah yang tepat. “Dalam suasana seperti ini, Pemerintah dan masyarakat memilih untuk tidak mengadakan perayaan sebagai bentuk empati dan penghormatan terhadap korban yang terdampak bencana,” tutupnya.
Hingga dini hari, arus lalu lintas di pusat-pusat kota di Aceh, termasuk Aceh Singkil, dilaporkan lancar. Tidak ada laporan mengenai penggunaan petasan maupun kegiatan hiburan musik yang mencolok. Petugas keamanan tetap bersiaga di beberapa titik perbatasan dan pusat kota untuk memastikan situasi tetap aman hingga aktivitas warga kembali normal di pagi hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































