Siaran-Berita.Com//LAMONGAN, Jawa Timur — Kawasan Bengawan Jero yang selama ini identik dengan bencana banjir musiman, berubah wajah menjadi pusat kemeriahan olahraga air dan aktivitas ekonomi masyarakat lewat gelaran Ansor Dragon Boat Cup 2026, Sabtu–Minggu (7–8 Februari 2026), di Sungai Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan yang digagas PAC GP Ansor Karangbinangun ini tidak sekadar menghadirkan perlombaan dayung perahu naga, tetapi juga menjadi simbol transformasi kawasan rawan bencana menjadi ruang kreatif, wisata, dan penggerak ekonomi masyarakat. Di tengah genangan air yang masih menyelimuti sebagian wilayah Bengawan Jero, ribuan warga justru berbondong-bondong datang menyaksikan lomba dan memadati area festival UMKM di sekitar lokasi acara.
Inisiatif Kreatif di Tengah Ancaman Banjir
Setiap musim penghujan, Bengawan Jero kerap meluap dan merendam permukiman warga, sawah, hingga akses jalan. Kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi tantangan besar bagi masyarakat di wilayah Karangbinangun, Turi, Kalitengah, hingga Laren. Namun, alih-alih larut dalam situasi, PAC GP Ansor Karangbinangun mencoba menghadirkan pendekatan baru: menjadikan air sebagai ruang aktivitas positif yang memberi manfaat sosial dan ekonomi.
Ketua PAC GP Ansor Karangbinangun, Fathur Rahman, mengatakan bahwa Dragon Boat Cup ini merupakan ikhtiar kolektif untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap Bengawan Jero. Menurutnya, sungai bukan hanya ancaman saat musim hujan, tetapi juga menyimpan potensi besar jika dikelola dengan baik.
“Kami ingin membuktikan bahwa Bengawan Jero tidak selalu identik dengan musibah. Di balik banjir, ada peluang besar untuk olahraga, wisata, dan penguatan ekonomi rakyat. Kegiatan ini kami harapkan menjadi pintu masuk perhatian pemerintah dan semua pihak untuk menata kawasan ini secara lebih serius dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda dalam bidang olahraga air dan kreativitas ekonomi.
Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Multi-Pihak
Pelaksanaan Ansor Dragon Boat Cup 2026 mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dunia usaha, hingga komunitas olahraga dayung. Sejumlah instansi yang terlibat antara lain Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jawa Timur, serta unsur TNI-Polri.
Sejumlah pelaku usaha dan sponsor swasta juga turut ambil bagian, termasuk PT Sining Nusantara Raya (SNR), yang mendukung penyelenggaraan sarana lomba dan kegiatan UMKM. Sementara itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Lamongan ikut menggelar pasar murah dan operasi pasar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah kondisi banjir.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lamongan, H. Mukhlisin, S.H., mengapresiasi langkah kreatif PAC GP Ansor Karangbinangun yang mampu mengemas olahraga tradisional menjadi agenda besar berdampak luas.
“Ansor tidak hanya bergerak di bidang sosial-keagamaan, tetapi juga dalam pembangunan masyarakat dan pemberdayaan potensi lokal. Bengawan Jero harus dilihat sebagai peluang. Event ini membuktikan bahwa kreativitas anak muda mampu menghadirkan solusi di tengah keterbatasan,” tegasnya.
Acara Dibuka Pejabat, Sungai Dipadati Penonton

Puncak acara berlangsung meriah pada Minggu (8/2/2026) dengan kehadiran sejumlah pejabat penting, di antaranya Bupati Lamongan Dr. Yuhronur Efendi (YES), Kapolres Lamongan AKBP Arief Fazlurrahman, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur Muhammad Hadi Wawan Guntoro, jajaran pengurus PODSI Jawa Timur, serta sejumlah kepala dinas dan tokoh masyarakat Lamongan.
Ribuan warga memadati bantaran Sungai Blawi sejak pagi hari. Mereka menyaksikan perlombaan dayung perahu naga yang berlangsung di lintasan sepanjang 300 meter, diselingi hiburan rakyat dan festival jajanan khas Bengawan Jero. Suasana menjadi semakin semarak dengan sorak-sorai pendukung masing-masing tim yang memacu semangat para atlet.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dispora Jawa Timur, Muhammad Hadi Wawan Guntoro, yang menilai kegiatan ini sebagai contoh nyata bagaimana olahraga dapat dikolaborasikan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami melihat langsung dampak positif kegiatan ini terhadap UMKM lokal. Olahraga tidak hanya bicara prestasi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi dan pariwisata daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberikan apresiasi tinggi kepada GP Ansor Karangbinangun yang mampu menghadirkan kegiatan produktif di tengah kondisi banjir.
“Saya sangat mengapresiasi sahabat-sahabat Ansor yang kreatif. Di tengah keterbatasan dan tantangan banjir, mereka mampu menghadirkan event positif yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan potensi wisata, budaya, dan ekonomi masyarakat,” kata Bupati.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Lamongan siap mendukung kegiatan serupa agar Bengawan Jero ke depan dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata air berbasis masyarakat.
Kapolres Lamongan AKBP Arief Fazlurrahman juga menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan acara tersebut. Ia menilai Dragon Boat Cup berpotensi menjadi ikon sport tourism baru Lamongan, sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan dan kewaspadaan mengingat debit air sungai masih fluktuatif akibat musim hujan.
Kompetisi Ketat, Baruna Paddle Club Dominasi Podium
Dalam kompetisi yang diikuti 16 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan, persaingan berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga final. Setiap tim menampilkan kekompakan, teknik dayung, dan strategi yang matang untuk menaklukkan arus sungai yang cukup deras.
Hasil akhir menunjukkan dominasi Baruna Paddle Club, yang berhasil menyapu bersih podium dengan meraih juara pertama, kedua, dan ketiga. Posisi keempat diraih oleh Klub Putra Satria, yang juga tampil impresif hingga babak akhir.
Ketua panitia pelaksana menyebutkan bahwa kualitas pertandingan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan event serupa sebelumnya, baik dari sisi teknis lomba, kesiapan atlet, maupun antusiasme penonton. Hal ini dinilai sebagai sinyal positif bagi pengembangan olahraga dayung di Lamongan dan Jawa Timur secara umum.
Festival UMKM Bengawan Jero: Roda Ekonomi Bergerak
Selain kompetisi olahraga, Ansor Dragon Boat Cup 2026 juga diramaikan oleh Festival Jajanan Bengawan Jero yang melibatkan lebih dari 50 pelaku UMKM lokal. Beragam produk khas Lamongan ditawarkan, mulai dari makanan tradisional, minuman segar, olahan ikan sungai, hingga kerajinan tangan hasil karya warga setempat.
Deretan stan UMKM yang berjajar di sepanjang bantaran sungai dipadati pengunjung sejak pagi hingga sore hari. Banyak pedagang mengaku omzet penjualan mereka meningkat drastis dibandingkan hari biasa. Beberapa pelaku usaha bahkan kehabisan stok sebelum acara berakhir.
Salah satu pedagang kuliner, Siti Aminah, warga Desa Blawi, mengaku sangat terbantu dengan adanya event tersebut.
“Biasanya kalau banjir sepi pembeli. Tapi hari ini ramai sekali. Alhamdulillah dagangan saya hampir habis. Semoga kegiatan seperti ini bisa sering diadakan,” ujarnya.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Lamongan menilai kegiatan ini sebagai contoh konkret penguatan ekonomi berbasis komunitas yang patut direplikasi di wilayah lain, khususnya daerah rawan bencana.
Nilai Edukasi dan Kesadaran Lingkungan

Selain aspek olahraga dan ekonomi, kegiatan ini juga mengandung nilai edukasi lingkungan. Panitia bersama pemerintah daerah memanfaatkan momentum tersebut untuk mengkampanyekan pentingnya menjaga kebersihan sungai, mengurangi sampah plastik, serta melestarikan ekosistem perairan Bengawan Jero.
Sejumlah spanduk dan papan informasi dipasang di sekitar lokasi acara, berisi pesan-pesan tentang pelestarian sungai dan bahaya membuang sampah sembarangan. Para relawan Ansor juga mengajak pengunjung untuk ikut serta dalam aksi bersih-bersih bantaran sungai usai acara.
Bupati Lamongan menegaskan bahwa keberlanjutan Bengawan Jero sebagai kawasan wisata air hanya bisa terwujud jika masyarakat memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan.
“Kalau sungai bersih dan tertata, bukan hanya olahraga yang berkembang, tetapi juga wisata, ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Harapan Menjadi Agenda Tahunan dan Ikon Baru Lamongan
Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama GP Ansor dan pemangku kepentingan lainnya berharap Ansor Dragon Boat Cup dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan. Ke depan, skala kegiatan direncanakan akan diperluas dengan melibatkan lebih banyak peserta dari luar daerah, memperbanyak UMKM, serta menambah rangkaian kegiatan seni budaya dan edukasi lingkungan.
Bupati Yuhronur Efendi menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan Bengawan Jero sebagai kawasan sport tourism berbasis masyarakat, sekaligus ruang ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami ingin Bengawan Jero dikenal bukan hanya sebagai wilayah banjir, tetapi juga sebagai ikon wisata olahraga air Lamongan. Dengan kolaborasi yang kuat, ini sangat mungkin terwujud,” ujarnya.
Dari Bencana Menjadi Berkah
Ansor Dragon Boat Cup 2026 menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan tidak selalu berujung pada stagnasi. Di tengah banjir yang selama ini menjadi momok, masyarakat Karangbinangun dan sekitarnya justru mampu menghadirkan kegiatan positif yang menyatukan olahraga, ekonomi, budaya, dan kepedulian lingkungan dalam satu momentum besar.
Lebih dari sekadar perlombaan dayung, acara ini menjadi simbol optimisme dan kreativitas masyarakat Lamongan dalam menghadapi tantangan alam. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal, Bengawan Jero berpeluang besar bertransformasi dari kawasan rawan bencana menjadi pusat aktivitas produktif dan destinasi wisata baru yang membanggakan Lamongan, Jawa Timur, bahkan Indonesia.
Editor – S yanto
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”


















































![aisah nur Safitri adalah gadis cilik SMP yang berprestasi dalam bidang seni tari 51 jakarta, Gadis cilik Aisah Nur Safitri, siswa [Nama Sekolah], berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam Kompetisi Tari Tingkat Kota yang diadakan di bidang seni tari. Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di kota. Dengan penampilan yang memukau, Aisah Nur Safitri berhasil memikat hati juri dan penonton. Ia menampilkan tarian yang sangat ekspresif dan penuh energi, sehingga membuatnya menjadi salah satu peserta yang paling menonjol dalam kompetisi ini. " Saya sangat senang dan bangga bisa menjadi Juara Harapan 1 dalam kompetisi ini," kata Aisah Nur Safitri. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada guru-guru dan keluarga saya yang telah mendukung saya sepanjang proses latihan." Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain untuk terus mengembangkan bakat mereka dan mencapai prestasi yang lebih tinggi](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20251109-WA0213-120x86.jpg)























