Banjir adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi di kawasan perkotaan, termasuk Kota Medan. Dalam studi geografi, banjir tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam, tetapi juga merupakan hasil dari interaksi manusia dengan lingkungan. Interaksi yang tidak seimbang dapat meningkatkan risiko banjir dan memperparah dampaknya terhadap masyarakat. Secara geografis, Kota Medan memiliki kondisi datar dan berada di daerah hilir berbagai sungai. Hal ini menyebabkan air hujan cenderung mengalir perlahan menuju laut. Ketika curah hujan tinggi dan berlangsung lama, volume air sungai meningkat dan berpotensi meluap. Selain itu, tanah di beberapa wilayah Kota Medan kurang mampu menyerap air secara optimal, sehingga genangan mudah terbentuk. Di sisi lain, aktivitas manusia sangat memengaruhi kondisi lingkungan. Pertumbuhan penduduk yang pesat mendorong meningkatnya kebutuhan akan lahan permukiman dan pembangunan infrastruktur. Akibatnya, banyak lahan terbuka hijau beralih fungsi menjadi kawasan terbangun. Berkurangnya daerah resapan air menyebabkan air hujan tidak terserap ke dalam tanah dan langsung mengalir ke sungai atau saluran drainase. Permasalahan banjir juga diperparah oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai dan saluran drainase menyebabkan penyumbatan aliran air. Selain itu, sistem drainase di beberapa area Kota Medan masih tidak memadai dan kurang terawat, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Dampak banjir di Kota Medan sangat beragam. Banjir menyebabkan kerusakan rumah, jalan, dan fasilitas umum, serta menghambat kegiatan ekonomi dan pendidikan masyarakat. Lingkungan yang tergenang air juga meningkatkan risiko penyakit seperti diare dan penyakit kulit. Dari sudut pandang lingkungan, banjir dapat menyebabkan pencemaran air dan kerusakan ekosistem sungai. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa banjir di Kota Medan disebabkan oleh interaksi manusia dengan lingkungan yang belum dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pemerintah dalam perencanaan tata ruang kota, perbaikan sistem drainase, serta penegakan aturan lingkungan. Selain itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sangat penting untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































