Di berbagai sudut kota, usaha bengkel dan tambal ban adalah penyelamat di tengah kesibukan masyarakat yang bergantung pada kendaraan bermotor. Sebagian besar pelakunya masih bekerja dengan cara-cara lama yaitu memanaskan karet vulkanisir tambal menggunakan kompor minyak dengan bahan spirtus agar menutupi lubang di ban yang bocor. Cara tersebut dilakukan demi memastikan ban kembali bisa digunakan. Metode tradisional ini memang sudah bertahun-tahun digunakan, tetapi bukan tanpa kelemahan. Panas yang tidak terkontrol sering membuat proses menjadi lebih lama, menguras tenaga, dan menimbulkan risiko kesehatan akibat asap pembakaran. Meski demikian, para pemilik bengkel tetap menjalankannya karena itulah satu-satunya cara yang mereka kenal.
Sebagai bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, mahasiswa dituntut untuk menghadirkan Solusi atau inovasi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat di lokasi pengabdian. Melalui observasi lapangan serta komunikasi dengan warga sekitar, khususnya UMKM sekitaran RT 03 RW 01 Gununganyar Surabaya, kami menginisiasi penerapan teknologi tepat guna pada bengkel mitra Rizki Motor yang berada di Lokasi pengbadian. “Smart Electric Tire Repair” sebuah inovasi sederhana yang diharapkan membawa perubahan besar. Smart Electric Tire Repair yang berupa alat pemanas berbasis Listrik sebagai sumber panas untuk menempelkan karet vulkanisir pada ban yang bocor.
Sebagai jawaban atas pesatnya perkembangan jaman yang menuntut para pelaku UMKM melakukan inovasi, sering kali kita lupa bahwa kemajuan tidak selalu datang dari sesuatu yang rumit. Justru, inovasi sederhana kerap memberi dampak paling nyata.
Smart Electric Tire Repair adalah pemanas berbasis Listrik yang diinisiasikan oleh mahasiswa untuk menggantikan kompor konvensional yang biasa digunakan oleh jasa tambal ban. Elemen pemanas yang stabil membuat karet tambal menempel jauh lebih kuat dalam waktu yang lebih singkat. Bila metode lama membutuhkan hampir 10 menit, alat elektrik hanya memerlukan 3-5 menit. Artinya, produktivitas meningkat hampir dua kali lipat. Selain itu, inovasi ini memberikan perubahan besar dari sisi kenyamanan kerja. Pekerja tidak perlu lagi untuk menunggu panas atau menghadapi panas yang tidak stabil sehingga pekerja bisa sekaligus melakukan pekerjaan yang lain.
Mengapa UMKM Masih Ragu Beralih?
Meski manfaatnya jelas, banyak UMKM yang belum memanfaatkan inovasi seperti ini. Alasannya beragam: keterbatasan informasi, biaya awal, hingga anggapan bahwa alat modern itu rumit. Padahal kenyataannya, Smart Electric Tire Repair justru sangat mudah digunakan. Hasil pendampingan lapangan menunjukkan pelaku UMKM yang mencoba merasa alat ini praktis dan nyaman. Ternyata, hambatan terbesar bukan pada alat itu sendiri, melainkan pada kurangnya informasi. Pelaku UMKM tidak akan beralih pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat atau pahami.
Saatnya UMKM Tambal Ban Naik Kelas Jika ingin meningkatkan daya saing, UMKM tidak bisa terus berpegang pada metode tradisional. Konsumen kini menuntut layanan cepat dan rapi. Inovasi tepat guna seperti Smart Electric Tire Repair bukan hanya mempercepat proses, tetapi juga meningkatkan citra usaha menjadi lebih profesional. Melalui pemanfaatan inovasi sederhana ini, waktu kerja menjadi lebih efisien, hasil tambalan lebih konsisten, kepuasan pelanggan meningkat, dan peluang pendapatan bertambah. Inilah bentuk akselerasi nyata yang dibutuhkan UMKM bukan inovasi mahal, tetapi inovasi sederhana yang tepat sasaran.
Saran
UMKM Harus Didampingi untuk Bertransformasi karena proses transformasi UMKM tidak akan berjalan jika para pelaku usaha dibiarkan melangkah sendirian. Mereka membutuhkan pendampingan, pelatihan, dan edukasi agar memahami bahwa inovasi seperti ini sangat mudah diadopsi. Pengalaman pendampingan di Gunung Anyar membuktikan bahwa ketika UMKM diberi akses dan kesempatan, mereka cepat beradaptasi. Sudah saatnya pemerintah, kampus, dan masyarakat bersama-sama mendorong penerapan inovasi tepat guna seperti Smart Electric Tire Repair. Bila satu alat sederhana saja mampu mempercepat layanan hingga dua kali lipat, maka peluang besar lainnya yang akan terbuka ketika UMKM diberi ruang untuk tumbuh. Inovasi bukan hanya milik industri besar. Pelaku bengkel tambal ban pun berhak maju dan kemajuan itu bisa dimulai dari satu inovasi kecil yang mengubah cara mereka bekerja.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































