Kebiasaan bergadang telah menjadi hal yang umum dilakukan masyarakat, terutama pelajar dan pekerja atau karyawan. Meskipun sering dianggap sebagai cara untuk menyelesaikan tugas, pekerjaan, target lembur, atau bercengkrama bersama teman, ternyata kebiasaan ini dapat mengganggu pola tidur dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang tidak bisa diremehkan.
Bergadang adalah aktivitas terjaga di malam hari dengan berbagai alasan, lalu umumnya dilanjutkan dengan tidur sepanjang hari di kala pagi atau siang. Kebiasaan ini sering terjadi pada individu yang memiliki kecenderungan ritme biologis tipe “night owl” , yaitu seseorang yang mencapai puncak performa di sore hingga malam hari. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Walker (2017), kurang tidur dapat memengaruhi hampir setiap aspek kesehatan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Walaupun anak muda zaman sekarang tahu dampak negatif bergadang, mereka lebih memilih untuk tutup telinga dan tetap melakukannya. Padahal, jika terlalu sering bergadang, kesehatan akan terganggu, termasuk kesehatan mental. Pada akhirnya, hal ini akan mengakibatkan halusinasi, yaitu keadaan seolah kita mendengar atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
Kebiasaan bergadang telah diketahui membawa dampak buruk, misalnya menurunkan imunitas tubuh. Akibatnya, seseorang akan dengan mudah terkena penyakit. Pada wanita, kebiasaan bergadang bahkan terlihat lebih buruk. Seorang wanita akan rentan terkena kanker payudara jika memiliki kebiasaan tidur kurang dari 6 jam (Green, 2021). Bergadang jelas berbeda dengan insomnia. Insomnia merupakan suatu gejala atau permasalahan kesehatan seseorang yang mengakibatkan ia kesulitan untuk tidur (Susilo dan Wulandari, 2011).
Tubuh manusia sebenarnya memiliki “jadwal kerja malam” yang sangat rapi, tetapi akan menjadi berantakan jika ia bergadang. Saat kita tidur, banyak proses regenerasi yang terjadi pada tubuh, mulai dari proses memperbaiki sel, membersihkan racun, sampai menguatkan metabolisme tubuh atau sistem imun tubuh. Semua kegiatan itu dibantu oleh hormon khusus yang bekerja sesuai jam biologis tubuh.
Pada pukul 21.00, hormon melatonin mulai naik dan berfungsi memberikan rasa kantuk. Hal ini merupakan pertanda bahwa tubuh membutuhkan istirahat. Masuk pukul 22.30 sistem pencernaan berada pada kategori “slow down”, yaitu ia mulai menurunkan aktivitasnya karena tubuh memfokuskan pada detoksifikasi racun dan regenerasi sel. Pada malam hari sensitivitas insulin menurun drastis sehingga membuat makanan lebih mudah berubah menjadi lemak dan meningkatkan kadar gula pada tubuh. Kadar gula yang meningkat akan berisiko penyakit diabetes dan obesitas, dua dari sekiab faktor penyebab kematian dini.
Saat jam 02.00 tubuh memasuki fase “deepest sleep” atau biasa disebut dengan tidur nyenyak. Pada jam ini hormon melatonin memasuki puncak kerjanya. Pada jam-jam ini pula, hati/liver bekerja lebih aktif membersihkan racun dibantu hormon melatonin. Selain itu, growth hormon (HGH), yang terkenal sebagai “anti aging alami” juga akan naik. Kalau diibaratkan, hati berperan sebagai petugas kebersihan yang sedang mengepel seluruh lantai tubuh.
Lanjut pada pukul 03.00-04.30, tubuh mengalihkan fokus ke paru-paru. Oksigen ditingkatkan dan hormon kortisol mulai naik sedikit demi sedikit. Kortisol tidak selalu dianggap sebagai hormon stres, tetapi juga hormon yang membangunkan tubuh dari dalam. Pada jam jam ini, suhu tubuh mencapai titik terendahnya. Alasannya karena energi tubuh sedang dialihkan untuk memperbaiki kulit atau melawan infeksi. Menjelang lagi, hormon melatonin yang diproduksi tubuh juga semakin berkurang. Oleh karena itu bergadang sampai jam ini akan membuat kulit menjadi kusam. Pada jam jam ini juga paru-paru sedang membalik deteksi racun. Itulah kenapa kita sering batuk atau bersin saat bangun pagi hari.
Saat pukul 05.00-07.00 giliran usus besar yang aktif. Tubuh memberi sinyal untuk membuang sisa-sisa metabolisme. Itulah mengapa banyak orang melakukan buang air besar pada pagi hari. Pada jam ini juga kortisol naik lebih tinggi untuk membantu persiapan tubuh beraktivitas, dan produksi hormon mulai berhenti.
Pukul 09.00-12.00 tubuh siap untuk beraktivitas, kortisol sedang gencar diproduksi sehingga otak siap digunakan untuk bekerja seharian. Oleh karena itu, jam jam ini cocok untuk memulai aktivitas pembelajaran karena tubuh sudah pada fase siap beraktivitas.
Lanjut pukul 15.00 – 17.00, ada peningkatan suhu tubuh yang membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih baik, serta otot lebih kuat. Hormon adrenalin juga sedang berada di level tertinggi, dengan denyut jantung dan tekanan darah paling stabil. Oleh sebab itu, kita bisa memanfaatkan waktu ini untuk berolahraga. Tidak perlu olahraga berat, cukup melakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan minimal 10-20 menit.
Simpelnya proses regenerasi terbaik tubuh terjadi antara 21.00-05.00. Pada rentang waktu ini , tubuh melepas melatonin, growth hormon, prolactin, leptin, dan berbagai hormon lain yang bertugas memperbaiki sel ,menambah energi, menjaga kekebalan tubuh, sampai memperbaiki emosi.
Jadi, tidur bukan cuman soal istirahat, tapi juga tentang memberi tubuh kesempatan untuk melakukan regenerasi dan detoksifikasi besar-besaran dalam tubuh. Tidur cukup sama dengan tubuh stabil plus good mood plus kulit jadi lebih sehat. Tubuh itu canggih banget, kita cukup kasih waktu untuk mereka melakukan “servis rutin”, kita tidak perlu capek-capek mengatur kerja hormon mera bisa melakukannnya secar otomatis kita tinggal tidur dan menunggu sampai saatnya bangun kita mendapat tubuh yang lebih fres dan siap menjalani hari baru dengan semangat baru.
Banyak sekali masyarakat yang masih melakukan kebiasaan begadang. Padahal banyak cara untuk mengatasi permasalahan ini, seperti komitmen untuk hidup teratur, merelaksasikan tubuh serta pikiran, kurangi asupan kafein, jangan tidur siang terlalu lama, rutin berolahraga, makan sewajarnya, matikan semua alat elektronik dan jadikan kamar tidur sebagai tempat yang menyenangkan. Cara -cara tersebut bisa kita terapkan jika kita merasa kesulitan untuk tidur. Tidur merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap individu. Semua individu harus tidur dengan cukup agar dapat melakukan aktivitas secara maksimal.Pola tidur dikategorikan sesuai dengan umur, dimulai dari anak-anak yang usianya enam tahun memiliki waktu tidur sesuai dengan kualitas tidur cukup yaitu 11 jam permalam. Pada usia remaja memiliki waktu tidur 7 –8 jam permalam. Dan terakhir pola tidur pada lansia yaitu 4 –6 jam setiap malamnya. Sebagian besar individu khususnya remaja sangat banyak ditemukan permasalahan pola tidur. Banyak sekali remaja yang mengabaikan dampak -dampak negatif yang disebabkan dari bergadang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































