Palembang – Di tengah meningkatnya persoalan sampah rumah tangga, sekelompok mahasiswa KKN Rekognisi 84 UIN Raden Fatah Palembang Kelompok 204 hadir dengan solusi kreatif: mengubah limbah organik menjadi peluang bisnis hijau melalui budidaya maggot.
Maggot, larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF), dikenal sebagai pengurai sampah organik yang efektif. Tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah, maggot juga bernilai ekonomi tinggi sebagai pakan ternak kaya protein. Inovasi ini menjadi titik temu antara kepedulian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini berawal dari keprihatinan mahasiswa terhadap banyaknya sampah dapur yang menumpuk tanpa pengelolaan. Alih-alih menjadi masalah, mereka melihat potensi besar di balik limbah tersebut.
“Kami ingin masyarakat melihat sampah bukan sebagai beban, tapi sebagai peluang. Dengan budidaya maggot, sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan menghasilkan pendapatan,” jelas salah satu mahasiswa KKN.
Mahasiswa kemudian mengadakan pelatihan sederhana: mulai dari pemilahan sampah organik, pembuatan wadah budidaya, hingga cara memanen maggot. Pendekatan ini tidak hanya teknis, tetapi juga edukatif, membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah adalah bagian dari gaya hidup berkelanjutan.
Respon masyarakat cukup positif. Banyak warga yang awalnya ragu, kini mulai tertarik mencoba. Mereka melihat langsung bagaimana sampah dapur yang biasanya terbuang bisa diubah menjadi pakan ikan atau unggas.
“Awalnya kami tidak percaya, tapi setelah dijelaskan manfaatnya, kami jadi semangat. Sampah yang biasanya bikin repot, sekarang bisa jadi sumber rezeki,” ungkap seorang warga yang mengikuti pelatihan.
Kegiatan ini sejalan dengan misi KKN Rekognisi 84: mendorong transformasi sosial melalui inovasi berbasis kebutuhan lokal. Kelompok 204 menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi. Dengan budidaya maggot, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga membuka jalan bagi bisnis hijau berbasis limbah.
“Kami percaya bahwa solusi kecil bisa membawa dampak besar. Budidaya maggot adalah langkah nyata menuju masyarakat yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” tambah mahasiswa lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin terbuka terhadap inovasi dan mau mencoba hal-hal baru yang bermanfaat. Ke depannya, semoga program yang telah dijalankan tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa terus dikembangkan dan memberikan dampak positif secara berkelanjutan. Dengan kerja sama antara mahasiswa, masyarakat, dan pihak terkait, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih mandiri, kreatif, dan sejahtera.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































