Christopher Noval tampil sebagai musisi yang tidak hanya merilis karya, tetapi juga membangun narasi jujur tentang proses kreatif, luka batin, dan keteguhan prinsip. Melalui musik berjudul Notorious, ia membuka ruang dialog tentang bagaimana musik lahir dari perenungan panjang, kritik, dan kesepian—bukan sekadar ambisi popularitas.
Dalam salah satu pernyataannya, Noval menegaskan bahwa proyek Notorious adalah salah satu pencapaian terbesarnya.
“Sejauh ini, Notorius adalah salah satu proyek saya yang paling ambisius dan saya puas dengan hasilnya.”
Lewat proyek bertajuk Notorious, ia menegaskan identitasnya sebagai kreator yang mengutamakan proses, konsistensi, dan kejujuran artistik dibanding pencapaian instan.
“Notorious” adalah tamparan keras bagi mereka yang mencari ketenaran melalui cara-cara bodoh. Tapi saya mencoba mengkritiknya dengan cara klasik. Seperti yang kita tahu di zaman sekarang orang-orang haus akan validasi dan itu nyata.”
Sebagai musisi, Noval menempatkan dirinya bukan sebagai penyanyi atau DJ, melainkan produser yang fokus pada konsep dan struktur musikal.
“Di sini saya berbicara, saya bukan seorang DJ atau penyanyi. Saya seorang produser, makanya saya tidak memasukkan lirik di situ.”
Inspirasi datang dari tempat yang tak lazim bagi musik elektronik: opera. Ketika mendengarkan Carmen, Noval mulai bertanya pada dirinya sendiri—apakah musik klasik dan elektronik bisa disatukan tanpa saling menghilangkan jiwa? Pertanyaan itu menjadi fondasi estetik Notorious.
“Semuanya berawal ketika saya mendengar Carmen di tahun 2024 dan kecintaan saya pada musik opera membuat saya berpikir apakah opera dan elektronik dapat digabungkan menjadi satu.”
Dalam perjalanannya, Noval tidak menutupi sisi rapuh dari proses kreatif. Ia secara terbuka mengakui bahwa tidak semua karyanya diterima dengan mudah. Kritik, kesalahpahaman, hingga penolakan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari langkahnya sebagai musisi. Namun alih-alih mundur, ia justru menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan bakar untuk terus berkembang.
“Banyak dari mereka selalu salah menafsirkan musik saya dengan membandingkannya dengan lagu-lagu lain. Tapi itulah seni; mereka tidak mudah puas.”
Tekanan kritik menjadi luka yang terus terasa, meski ia mencoba menertawakannya.
“Mereka membenci semua musikku bahkan teman ku sendiri. Aku tertawa, tapi itu semakin lama semakin menyakitkan. Kupikir mereka membenciku, tapi ternyata mereka membenci semua musikku.”
Di titik tertentu, Noval menyadari bahwa tidak semua karya perlu dimengerti banyak orang. Ada kebebasan ketika berhenti mengejar validasi massal. Noval memilih untuk menciptakan musik yang relevan bagi dirinya dan segelintir pendengar yang benar-benar terhubung dengan karyanya. Pendekatan ini menjadikan musiknya bersifat personal, reflektif, dan tidak mudah dicerna—namun justru itulah kekuatannya.
“Memang menyedihkan, tapi saya pikir tidak ada salahnya membuat sesuatu yang lebih bermakna bagi diri saya sendiri dan beberapa orang.”
Namun perjalanan ini tidak dibangun di atas keyakinan semata. Ada luka yang menyertainya. Dalam salah satu pernyataannya, Noval mengakui perasaan tidak didengar. Musik menjadi ruang aman ketika dunia terasa terlalu ramai namun tetap sunyi. Lagu Till Down Tomorrow lahir dari rasa sakit—bukan untuk diratapi, tetapi untuk bertahan.
“Saat aku berteriak, tak seorang pun bisa mendengarku. Ini menyakitkan, tapi aku harus bangun, itulah sebabnya aku membuat musik dan menamainya Till Down Tomorrow”
Ia juga tidak menutupi hubungannya yang rumit dengan karya-karya lama. Album sebelumnya ia sebut berantakan, penuh kekacauan emosional dan produksi. Bukan dalam nada penyesalan, melainkan penerimaan. Kekacauan itu adalah jejak proses—tanda bahwa ia pernah jatuh, dan memilih bangkit dengan cara yang lebih jujur.
“Aku merasa seperti sedang jatuh ketika membuat album musik berjudul “When We Are Fell Lonely, Where Do We Go?” Album itu berantakan, sungguh berantakan. Tapi aku tidak menyerah. Mereka mencaci setiap produksi di lagu-lagu itu, bahkan mereka menganggap itu biasa saja dan lebih parahnya adalah lagu itu “Buruk” padahal aku membuat album itu 1 tahun.”
“Ketika suara saya tidak terdengar, musik menjadi cara saya berbicara,” menjadi gambaran dari pendekatan personal yang ia ambil. Bagi Noval, musik lahir dari pergulatan batin dan pemikiran panjang, bahkan berbulan-bulan, di ruang kerja sederhana yang ia sebut sebagai mini studio.
“Notorious” Ini langka, dalam artian setiap dentuman bass dan hentakan yang saya hasilkan adalah hasil pemikiran berbulan-bulan di studio mini saya.”
Memasuki tahun 2025, Christopher Noval menandai fase baru dalam kariernya. Ia menegaskan bahwa makna Notorious bukanlah tentang sensasi atau kontroversi, melainkan tentang keberanian mempertahankan identitas. Konsistensi disebutnya sebagai kunci utama dalam membangun karya yang bermakna dan tidak mengecewakan diri sendiri.
“Bagi saya, hal terpenting dalam membuat sesuatu berhasil adalah seberapa konsisten Anda dalam melakukan apa yang Anda lakukan. Itu tidak akan mengecewakanmu.”
Makna Notorious pun sengaja dibiarkan luas, nyaris abstrak. Ia menolak definisi tunggal. Seperti musiknya, makna itu terus tumbuh seiring waktu, proses, dan keberanian untuk tetap setia pada diri sendiri.
“Ketika Anda mencari arti kata ‘Notorious’, Anda tidak akan mengetahui arti yang tepat. Bagi saya, arti dari “Notorious” sangat luas.”
Christopher Noval tidak menawarkan musik yang mudah. Ia menawarkan kejujuran. Dan di tengah industri yang serba cepat, kejujuran semacam itu justru terasa langka—dan karena itu, penting.
Melalui perjalanan Notorious, Christopher Noval memperlihatkan bahwa menjadi musisi bukan soal seberapa dikenal nama seseorang, melainkan seberapa setia ia pada proses kreatifnya. Sebuah sikap yang menjadikan musik bukan sekadar produk, tetapi pernyataan hidup.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































