Evolution Door – Dalam perkembangan desain interior kontemporer, elemen ruang tidak lagi dilihat hanya dari segi fungsionalnya semata. Banyak perancang mulai mengembangkan inovasi terhadap elemen-elemen pada interior untuk menghadirkan pengalaman ruang yang lebih dinamis dan kontekstual. Salah satu karya yang menerapkan inovasi tersebut adalah Evolution Door karya Klemens Torggler, seorang desainer asal Austria yang dikenal melalui eksperimennya terhadap struktur dan sistem gerak.
Evolution Door merupakan bentuk pengembangan dari konsep pintu konvensional yang selama ini cenderung bersifat statis. Pada desain ini, Klemens Torggler tidak hanya memikirkan bagaimana pintu berfungsi sebagai akses keluar masuk, tetapi juga bagaimana pintu dapat memengaruhi cara seseorang bergerak dan berinteraksi dengan ruang. Sistem mekanisme lipat berputar yang digunakan memungkinkan pintu terbuka dengan arah dan gerakan yang tidak biasa, sehingga menciptakan kesan ruang yang terasa lebih mengalir dan tidak kaku.
Jika dilihat dari sudut pandang desain interior, kehadiran Evolution Door memberikan pengalaman visual sekaligus fungsional yang berbeda. Saat pintu dibuka atau ditutup, terjadi perubahan bentuk yang cukup signifikan. Hal ini membuat pintu tidak lagi hanya sekadar latar belakang ruangan, melainkan bagian yang dapat membentuk suasana ruang.
Secara bentuk, desain Evolution Door tampak sederhana dan tidak berlebihan. Penggunaan garis-garis geometris yang tegas serta material modern seperti logam memberikan kesan bersih dan kontemporer. Kesederhanaan ini justru memperkuat konsep desainnya, karena perhatian utama tidak terletak pada ornamen, melainkan pada mekanisme dan cara kerja pintu itu sendiri. Dalam berbagai konsep interior, desain ini cukup fleksibel untuk diterapkan, baik pada hunian modern, ruang publik, maupun bangunan komersial.
Dalam praktik perancangan interior, desain pintu seperti Evolution Door juga menawarkan solusi alternatif terhadap keterbatasan ruang. Mekanisme bukaannya tidak membutuhkan area yang luas seperti pintu konvensional pada umumnya, sehingga dapat menjadi pilihan pada ruang dengan area terbatas. Selain itu, desain ini mendorong desainer interior untuk berpikir lebih kreatif dalam mengolah hubungan antar ruang tanpa harus bergantung pada sistem konvensional.
Melalui karya Evolution Door, Klemens Torggler menunjukkan bahwa inovasi dalam desain interior dapat muncul dari pengolahan ulang elemen dasar yang sering dianggap sepele. Pintu, yang biasanya hanya dipahami sebagai kebutuhan teknis, diubah menjadi objek desain yang memiliki nilai konseptual dan pengalaman ruang. Bagi mahasiswa desain interior, karya ini dapat menjadi contoh bagaimana pendekatan kontemporer mampu menggabungkan fungsi, teknologi, dan estetika secara seimbang, tanpa harus kehilangan relevansi terhadap kebutuhan pengguna.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































