Komitmen Bersama untuk Masa Depan Lamongan
Pada Sabtu, 24 Januari 2026, Aula Gedung Korpri Lamongan menjadi saksi lahirnya sebuah gerakan kolektif lintas sektor: Dialog dan Aksi Lingkungan Hidup Lamongan. Inisiatif ini diprakarsai oleh Komunitas Pelukis Lamongan (Kospela) dan Douglas Club, dengan dukungan penuh dari tokoh masyarakat, seniman, budayawan, aktivis, politisi, serta perwakilan OPD dan organisasi masyarakat.
Perda Tata Kelola Sungai: Urgensi Regulasi untuk Bengawan Jero
Wakil Ketua II DPRD Lamongan, Husen (F-PDIP), menegaskan pentingnya Perda Tata Kelola Sungai sebagai fondasi hukum untuk mengatasi banjir, khususnya di wilayah rawan seperti Bengawan Jero. Ia menyoroti perlunya koordinasi lintas kewenangan antara kabupaten, provinsi, dan BBWS.
Budaya dan Lingkungan: Implementasi UU Pemajuan Kebudayaan
Diskusi juga menyoroti Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 dan Perda No. 7 Tahun 2021 tentang Pemajuan Kebudayaan. Pelibatan seniman dan budayawan dalam aksi lingkungan dianggap sebagai bentuk nyata pelestarian budaya yang menyatu dengan pelestarian alam.
Gerakan Tanam Pohon: Aksi Nyata, Investasi Masa Depan
Ketua pelaksana Husni Tamrin menekankan bahwa ini bukan sekadar forum seni, melainkan bagian dari grand desain pemulihan Lamongan. Rencana tindak lanjut berupa latihan dan gerakan tanam pohon massal akan melibatkan komunitas lintas daerah, mendorong agroforestri dan ekowisata, serta membangun kesadaran kolektif untuk “merawat ibubumi”.

Kolaborasi Lintas Lembaga: Pilar Keberlanjutan
– PCNU Lamongan, melalui Muhammad Nursalim, menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah keagamaan.
– Douglas Club dan tokoh masyarakat seperti Cak Pandi menekankan pentingnya keberlanjutan dan keterlibatan lintas generasi.
Menuju Lamongan Hijau dan Tangguh
Dengan sinergi seni, budaya, kebijakan, dan aksi lingkungan, Lamongan menapaki jalan baru menuju ketahanan ekologis dan ekonomi. Perda Tata Kelola Sungai, pelibatan budaya dalam pelestarian alam, serta gerakan tanam pohon menjadi fondasi transformasi ini.
> “Kami ingin Lamongan menjadi contoh bagaimana seni, budaya, kebijakan, dan aksi lingkungan bisa berjalan beriringan untuk kesejahteraan bersama.”
> Husni Tamrin, Ketua Pelaksana.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































