Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat Desa Sukomarto kembali menggelar tradisi Grebeg yang telah menjadi bagian dari warisan budaya dan keagamaan setempat. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, perangkat desa, pemuda, hingga warga dari berbagai kalangan usia.
Rangkaian acara Grebeg diawali dengan pembacaan shalawat Nabi yang menggema di lokasi kegiatan, disusul dengan doa bersama sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Suasana religius begitu terasa, mencerminkan kecintaan masyarakat terhadap Rasulullah serta semangat untuk meneladani ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah prosesi keagamaan, acara dilanjutkan dengan arak-arakan gunungan yang berisi berbagai hasil bumi, seperti sayuran, buah-buahan, serta aneka makanan tradisional. Gunungan tersebut disusun dan dihias secara menarik oleh warga sebagai simbol rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT, sekaligus sebagai doa agar masyarakat Desa Sukomarto senantiasa diberikan keberkahan, kemakmuran, dan keselamatan.
Kepala Desa Sukomarto dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi Grebeg Maulid Nabi merupakan kegiatan turun-temurun yang telah lama dilestarikan oleh masyarakat. Menurutnya, Grebeg tidak hanya menjadi bentuk perayaan hari besar keagamaan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang sangat kuat.
“Tradisi Grebeg ini mengajarkan kita tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan rasa saling peduli. Selain sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal yang sarat akan nilai-nilai luhur,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas ketika prosesi doa telah selesai dan gunungan Grebeg mulai diperebutkan oleh warga. Tradisi tersebut diyakini membawa berkah bagi siapa saja yang mendapatkannya. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak berbaur dengan penuh kegembiraan, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan harmonis.
Selain mempererat tali silaturahmi, Grebeg Sukomarto juga menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga diajak untuk kembali meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, seperti keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.
Dengan terselenggaranya Grebeg Sukomarto, masyarakat berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda. Tidak hanya sebagai perayaan seremonial, Grebeg diharapkan mampu menjadi sarana edukasi budaya dan agama yang menanamkan nilai persatuan, toleransi, serta kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































