Kuningan, Jawa Barat – Ketekunan, doa, dan dukungan keluarga menjadi fondasi kuat bagi perjalanan prestasi seorang siswa berbakat asal Kabupaten Kuningan, Muhammad Khoidir Padlan Ismaya. Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, Khoidir telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan dalam ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya di cabang Pildacil dan Ceris.
Awal Perjalanan Prestasi
Bakat Khoidir dalam bidang dakwah cilik (Pildacil) mulai terlihat sejak Sekolah Dasar. Pada tahun 2016, ia berhasil meraih Juara 2 Pildacil Pentas PAI-SD Tingkat Kecamatan Kuningan, kemudian kembali meraih Juara 2 Tingkat Kabupaten Kuningan pada tahun yang sama.
Prestasinya terus meningkat di tahun 2017. Ia kembali meraih Juara 2 Tingkat Kecamatan Kuningan, lalu berhasil menyabet Juara 1 Pildacil Tingkat Kabupaten Kuningan. Keberhasilan tersebut mengantarkannya menjadi Delegasi Putra Kabupaten Kuningan Cabang Pildacil Pentas PAI-SD Tingkat Provinsi Jawa Barat.
Capaian tersebut menjadi titik awal pembuktian bahwa kerja keras dan konsistensi mampu membawa hasil luar biasa.
Memasuki jenjang SMP di SMPN 2 Kuningan, semangat berprestasi Khoidir tidak surut. Di bawah bimbingan guru PAI, Emas Sulaiman, ia terus mengasah kemampuan dalam cabang Ceramah Islami (Ceris).
Pada tahun 2019, ia menorehkan sejumlah prestasi membanggakan:
1. Juara 3 Lomba Studi Islam SMAN 2 Kuningan Cabang Ceris Putra Tingkat Wilayah III CirebonJ
2. Juara 1 Ceris Pentas PAI-SMP Tingkat Gugus Kuningan
3. Juara 1 Ceris Pentas PAI-SMP Tingkat Kabupaten Kuningan
4. Delegasi Putra Kabupaten Kuningan Cabang Ceris Tingkat Provinsi Jawa Barat
5. Juara Harapan 3 Ceris Pentas PAI-SMP Tingkat Provinsi Jawa Barat
Tidak berhenti di situ, pada tahun 2020 ia kembali meraih:
1. Juara 2 Ceris Pentas PAI-SMP Tingkat Gugus Kuningan
2. Juara 3 Ceris Pentas PAI-SMP Tingkat Kabupaten Kuningan
Rentetan prestasi ini menunjukkan konsistensi, mental kompetitif, dan kualitas yang terus berkembang.
Peran Guru dan Sekolah
Keberhasilan Khoidir tentu tidak terlepas dari peran sekolah dan pembina. Di SMPN 2 Kuningan, ia mendapatkan dukungan penuh untuk mengikuti berbagai ajang perlombaan. Guru PAI sekaligus pembinanya, Emas Sulaiman, berperan penting dalam membimbing teknik penyampaian ceramah, penguasaan materi, hingga membangun rasa percaya diri di atas panggung.
Bimbingan yang disiplin namun penuh motivasi menjadikan Khoidir tidak hanya berprestasi, tetapi juga matang secara mental dan spiritual.
Dukungan Keluarga Sederhana yang Luar Biasa
Di balik panggung kemenangan, ada doa dan pengorbanan dari kedua orang tuanya. Khoidir berasal dari keluarga sederhana, namun penuh nilai keikhlasan dan kerja keras. Meski dengan keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya selalu memberikan dukungan moral, doa, dan semangat tanpa henti.
Mereka percaya bahwa pendidikan agama dan akhlak adalah investasi terbesar untuk masa depan anaknya. Dukungan tersebut menjadi energi tersendiri bagi Khoidir untuk terus berjuang dan membanggakan keluarga.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Perjalanan Muhammad Khoidir Padlan Ismaya menjadi bukti bahwa latar belakang keluarga sederhana bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan tekad kuat, bimbingan guru, serta doa orang tua, ia mampu mengharumkan nama sekolah dan daerah hingga tingkat provinsi.
Kisahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Kuningan dan sekitarnya bahwa keberhasilan bukan hanya tentang fasilitas, tetapi tentang kesungguhan, konsistensi, dan keberanian untuk terus mencoba.
Prestasi bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju cita-cita yang lebih tinggi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































