SINGKIL — Kesabaran tampaknya sudah habis bagi para ibu rumah tangga korban banjir di Kabupaten Aceh Singkil. Merasa kecewa dengan janji yang tak kunjung ditepati, puluhan “emak-emak” menggelar aksi protes di halaman Kantor Bupati Aceh Singkil pada Rabu (8/9/2026).
Kehadiran mereka di pusat pemerintahan tersebut bukan tanpa alasan. Para pengunjuk rasa ini datang secara khusus untuk mempertanyakan kejelasan realisasi dana Jatah Hidup (Jadup) tahap kedua yang sebelumnya telah dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil untuk membantu pemulihan ekonomi warga pascabencana banjir.
Dalam aksinya, para peserta menyampaikan sejumlah keluhan dan tuntutan utama kepada pihak Pemkab:
- Menuntut Kepastian Waktu: Meminta jawaban pasti terkait tanggal pencairan dana Jadup tahap kedua yang terus mengalami penundaan.
- Menagih Janji Bupati: Menyoroti lambatnya birokrasi dan menilai janji yang pernah diucapkan oleh Bupati sebelumnya hanya sebatas penenang sesaat tanpa realisasi nyata.
- Kebutuhan Ekonomi Mendesak: Menegaskan bahwa dana tersebut sangat krusial bagi warga untuk membeli kebutuhan bahan pokok sehari-hari yang masih sulit dipenuhi pascabanjir.
Aksi yang didominasi oleh kaum ibu ini berlangsung dengan damai namun penuh ketegasan. Beberapa di antara mereka tampak membawa poster-poster sederhana bertuliskan keluh kesah dan desakan agar pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi nyata masyarakat di lapangan.
”Kami sudah lelah menunggu janji. Waktu itu dibilang segera cair untuk tahap dua, tapi sampai hari ini mana buktinya? Dapur kami harus tetap mengepul, anak-anak butuh makan. Kami datang ke sini murni untuk menagih hak kami yang sudah dijanjikan oleh Bupati,” ujar salah satu ibu yang menjadi perwakilan aksi saat berorasi di halaman kantor.
Aksi unjuk rasa ini sempat menyedot perhatian aparatur sipil negara (ASN) setempat dan warga yang melintas di sekitar area Kantor Bupati. Para emak-emak ini menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti menyuarakan aspirasinya. Mereka bahkan mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan membawa massa yang lebih besar apabila pihak berwenang tidak segera memberikan kepastian pencairan dana Jadup tahap kedua tersebut dalam waktu dekat.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan emak-emak tersebut masih berupaya meminta audiensi langsung dengan Bupati Aceh Singkil atau pejabat berwenang terkait untuk mendapatkan jawaban final atas tuntutan mereka.
Catatan: Artikel berita ini disusun berdasarkan laporan kronologi kejadian warga Aceh Singkil pada Rabu, 8 September 2026.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































