Desa Terapung, Bombana — Selama hampir satu bulan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak (KKN ReBa) Batch 2 Universitas Halu Oleo Tahun 2026 hadir di Desa Terapung, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana. Sejak 20 Juli hingga 18 Agustus 2026, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membangun interaksi dan kebersamaan bersama Pemerintah Desa serta masyarakat.
Mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat, rangkaian kegiatan KKN disusun berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan Desa Terapung. Desa yang memiliki potensi utama di sektor perikanan dan pariwisata bahari tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus belajar secara langsung dari kehidupan masyarakat.
Berbagai program pun dilaksanakan. Di bidang pemerintahan dan penataan wilayah, mahasiswa membuat dan memasang papan nama rumah perangkat desa serta papan nama lorong. Sebanyak 35 titik papan nama lorong dan perangkat desa menjadi salah satu luaran nyata selama pelaksanaan KKN. Selain itu, mahasiswa turut membuat profil Desa Terapung sebagai media informasi mengenai kondisi dan potensi desa.
Di bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan edukasi sampah sekaligus mendukung penyediaan tempat sampah di lingkungan desa. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah.
Sementara itu, potensi perikanan Desa Terapung juga mendapat perhatian. Mahasiswa mengembangkan hasil perikanan menjadi produk nugget ikan dan kaki naga ikan, yang kemudian didukung dengan pengembangan label serta kemasan produk agar lebih informatif dan menarik. Program ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat mengenai pengembangan produk hasil perikanan yang memiliki nilai tambah.
Kebun PKK, Langkah Kecil untuk Pemberdayaan

Salah satu program berbasis disiplin ilmu yang menjadi bagian penting dari rangkaian pengabdian adalah pembuatan Kebun PKK. Program dari bidang Agribisnis ini memanfaatkan lahan di samping Balai Desa Terapung dengan ukuran 3 × 4 meter atau 12 m². Kebun tersebut diarahkan sebagai sarana pemberdayaan PKK dan pemanfaatan lahan untuk kegiatan produktif masyarakat.
Mahasiswa bersama masyarakat melakukan persiapan dan penataan lahan hingga kebun dapat dimanfaatkan. Bagi mahasiswa, kebun tersebut bukan sekadar hasil pekerjaan fisik, tetapi diharapkan menjadi ruang yang dapat terus dikembangkan oleh PKK Desa Terapung setelah masa KKN berakhir.
Menguatkan Pendidikan dan Kesehatan Anak Desa

Pengabdian juga menyentuh bidang pendidikan dan kesehatan. Mahasiswa memberikan edukasi Stop Bullying dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa kelas IV, V, dan VI SD Negeri 74 Terapung. Sementara itu, siswa kelas IX SMP Negeri 14 Terapung mendapatkan bimbingan klasikal dengan tema “Apa Itu Karier?” untuk membantu mereka mengenali minat, bakat, kemampuan, cita-cita, serta gambaran masa depan.
Tidak berhenti pada program kerja utama, mahasiswa juga mengambil bagian dalam kehidupan sosial masyarakat. Bakti sosial, kerja bakti, senam bersama, serta rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 menjadi bagian dari aktivitas yang mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu pengalaman penting selama KKN. Sebab, bagi mahasiswa, pengabdian bukan hanya mengenai menyelesaikan program kerja, melainkan bagaimana membangun hubungan, mendengarkan kebutuhan masyarakat, dan bekerja bersama untuk menghasilkan sesuatu yang dapat memberikan manfaat.
Mawan: “Kami Ingin Meninggalkan Manfaat, Bukan Sekadar Kenangan”
Koordinator Desa (Kordes) KKN Desa Terapung, Mawan, menyampaikan bahwa perjalanan KKN di Desa Terapung memberikan makna tersendiri bagi seluruh anggota kelompok.
“Selama berada di Desa Terapung, kami belajar bahwa pengabdian bukan hanya tentang apa yang kami berikan, tetapi juga tentang apa yang kami terima dari masyarakat. Kami mendapatkan pengalaman, kebersamaan, dan pelajaran yang mungkin tidak akan kami dapatkan di ruang perkuliahan.”
Menurut Mawan, seluruh program yang telah dilaksanakan diharapkan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan desa. Keberlanjutan menjadi salah satu hal yang terus ditekankan dalam pelaksanaan program KKN.
“Kami tidak ingin kehadiran kami di Desa Terapung hanya menjadi sebuah cerita tentang mahasiswa yang datang lalu pergi. Kami ingin meninggalkan manfaat yang bisa terus dirasakan. Kebun PKK dapat terus dirawat, produk ikan dapat terus dikembangkan, lingkungan dapat terus dijaga, dan pengetahuan yang telah kami bagikan dapat terus diterapkan.”
Dari Program Kerja Menjadi Cerita Pengabdian
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak berjalan sendiri. Pemerintah Desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Pendekatan yang digunakan memang menempatkan masyarakat sebagai mitra sehingga program disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Hingga masa KKN berakhir, berbagai luaran berhasil dihasilkan, mulai dari 35 titik papan nama, bak sampah, Kebun PKK seluas 12 m², produk olahan ikan, label kemasan, profil desa, hingga berbagai kegiatan edukasi, sosial, olahraga, dan kemasyarakatan.
Pada akhirnya, perjalanan KKN di Desa Terapung bukan hanya meninggalkan hasil berupa fasilitas dan kegiatan. Lebih dari itu, terdapat pengalaman, hubungan sosial, pengetahuan, serta semangat gotong royong yang tumbuh selama mahasiswa berada di tengah masyarakat.
Masa pengabdian mungkin telah selesai, tetapi harapannya, apa yang telah dimulai bersama masyarakat dapat terus dilanjutkan dan berkembang setelah mahasiswa kembali ke kampus.
“Kami datang sebagai mahasiswa KKN, tetapi kami pulang membawa cerita sebagai bagian dari keluarga Desa Terapung. Semoga yang kami tinggalkan bukan hanya jejak di tanah desa ini, tetapi juga manfaat yang tetap tumbuh setelah kami pergi.”
— Mawan, Koordinator Desa KKN Desa Terapung
KKN Desa Terapung 2026 — datang untuk mengabdi, belajar untuk memahami, dan pulang membawa cerita.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































