Subang – Desa Darmaga, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang merupakan salah satu wilayah dengan potensi pertanian padi yang cukup besar. Aktivitas pertanian masyarakat menghasilkan sekam padi dalam jumlah yang banyak.
Selama ini, masyarakat memanfaatkan sekam padi sebagai alas kandang ternak, campuran pakan ayam, maupun membakarnya hingga menjadi abu untuk digunakan sebagai campuran pupuk. Meskipun telah dimanfaatkan, sekam padi masih memiliki potensi lain yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, salah satunya sebagai briket ramah lingkungan.
Sebagai upaya memperkenalkan inovasi tersebut kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan Karawang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi sederhana mengenai pemanfaatan sekam padi menjadi briket. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai alternatif pemanfaatan limbah pertanian sekaligus mengenalkan peluang pengembangan produk berbasis potensi lokal
Sosialisasi diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian briket, manfaatnya sebagai bahan bakar alternatif, serta alasan pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku. Selain mudah diperoleh di Desa Darmaga, sekam padi juga memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang lebih bernilai sehingga dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan limbah pertanian.
Sebagai pelengkap materi, tim KKN juga melakukan demonstrasi sederhana menggunakan bahan-bahan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pada sesi tersebut, peserta diperlihatkan proses pencampuran arang sekam dengan bahan perekat hingga menjadi adonan, kemudian dilanjutkan dengan proses pencetakan briket. Demonstrasi ini dilakukan sebagai gambaran tahapan dasar pembuatan briket agar masyarakat lebih mudah memahami proses pembuatannya.
Selain proses pembuatan, masyarakat juga diperkenalkan dengan pentingnya branding sebagai salah satu langkah dalam meningkatkan daya tarik suatu produk. Tim KKN UBP Karawang juga memperkenalkan contoh kemasan “Darmaga Briket” menggunakan standing pouch ziplock berwarna hitam yang dilengkapi logo pada bagian depan. Pada bagian belakang kemasan terdapat label informasi yang memuat deskripsi produk, manfaat, cara penggunaan, serta informasi pendukung lainnya. Contoh kemasan tersebut dibuat sebagai media edukasi agar masyarakat memperoleh gambaran mengenai pentingnya identitas produk apabila suatu saat ingin mengembangkan briket menjadi produk yang dipasarkan.
Afriska Ramadhani Yudiawati, salah satu pemateri sosialisasi dari tim KKN Universitas Buana Perjuangan Karawang, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan cara pemanfaatan sekam padi menjadi briket, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya strategi pemasaran sejak tahap awal pengembangan produk.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa sekam padi memiliki potensi lain yang dapat dimanfaatkan menjadi briket. Selain itu, kami juga memperkenalkan konsep branding, kemasan, dan target pasar agar masyarakat memiliki gambaran apabila suatu saat ingin mengembangkan produk ini menjadi usaha,” ujar Afriska.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai dasar-dasar penentuan harga jual. Peserta diajak memahami simulasi sederhana mengenai biaya produksi sebagai gambaran awal dalam menentukan harga produk apabila briket dikembangkan sebagai produk usaha.
Elsa Febriyanti, salah satu pemateri sosialisasi, menjelaskan bahwa simulasi tersebut bertujuan membantu masyarakat memahami bahwa penentuan harga jual harus disesuaikan dengan biaya produksi agar produk tetap memiliki nilai ekonomi.
“Melalui simulasi sederhana ini, kami ingin memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai cara menentukan harga jual berdasarkan biaya produksi. Dengan begitu, apabila suatu saat briket diproduksi secara mandiri, masyarakat sudah memiliki pemahaman dasar dalam menentukan harga yang sesuai,” jelas Elsa.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Pada sesi diskusi, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai manfaat briket, proses pembuatannya, hingga peluang pengembangannya. Ketika ditanya apakah tertarik membuat atau menjual briket setelah mengikuti sosialisasi, beberapa peserta menyampaikan bahwa mereka ingin mencoba membuatnya terlebih dahulu untuk digunakan sebagai kebutuhan rumah tangga sebelum mempertimbangkan untuk memasarkannya.
Respons tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu memberikan wawasan baru mengenai alternatif pemanfaatan sekam padi yang lebih bernilai. Meskipun kegiatan ini masih berada pada tahap edukasi dan demonstrasi sederhana, program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkenalkan inovasi berbasis potensi lokal kepada masyarakat Desa Darmaga.
Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang berharap pemanfaatan sekam padi tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan melalui pengelolaan limbah yang lebih optimal, tetapi juga membuka wawasan masyarakat terhadap peluang inovasi dan usaha yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi desa. Edukasi mengenai proses pembuatan, branding, pemasaran, serta penentuan harga jual diharapkan menjadi bekal awal bagi masyarakat dalam mengembangkan produk berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































