BANDUNG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 STAI Baitul Arqom menggelar rangkaian sosialisasi pendidikan bagi pelajar di wilayah Desa Pangguh,Kecamatan Ibun, mulai dari edukasi anti-bullying bagi siswa-siswi SDN Neglasari 1 hingga penyuluhan motivasi pendidikan lanjut bagi siswa-siswi MTs Sabilus Salam. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang pendidikan yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang karakter sekaligus masa depan pendidikan anak-anak di Desa Pangguh.

Sosialisasi diawali di SDN Neglasari 1 dengan tema “Yuk, Jadi Teman yang Baik!”, yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh siswa-siswi sekolah dasar. Mahasiswa KKN mengenalkan konsep bullying secara sederhana, yakni tindakan yang dilakukan berulang kali oleh seseorang atau sekelompok orang untuk menyakiti, mengganggu, atau membuat orang lain merasa tidak nyaman bukan sekadar pertengkaran biasa antar teman. Melalui cerita ilustratif, permainan, dan diskusi bersama, anak-anak diajak mengenali empat jenis bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah: bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying, sekaligus memahami dampaknya bagi teman yang mengalami perundungan, mulai dari rasa sedih dan takut, hilangnya rasa percaya diri, hingga menurunnya semangat belajar.
Sebagai penguatan, siswa diajarkan langkah konkret ketika melihat atau mengalami bullying: berani bercerita kepada guru, wali kelas, atau orang tua, tidak membalas dengan kekerasan, serta tetap menunjukkan dukungan kepada teman yang membutuhkan. Sesi ini turut diisi permainan “Lingkaran Pujian” dan simulasi kelompok “Aku Peduli”, di mana siswa saling memberikan apresiasi tulus dan berlatih membantu teman yang diejek, sebelum akhirnya ditutup dengan ikrar bersama untuk saling menghargai, berani melapor, tidak menyakiti teman, dan menjaga sekolah sebagai tempat yang aman dan menyenangkan bagi semua.

Semangat serupa dibawa mahasiswa KKN ke MTs Sabilus Salam melalui sesi motivasi bertajuk “Mimpi Besar Dimulai dari Pendidikan” yang menyasar siswa-siswi kelas akhir. Berbeda dari suasana kelas formal, sesi ini dirancang layaknya obrolan santai yang mengajak siswa berefleksi tentang cita-cita dan langkah pendidikan yang perlu mereka tempuh setelah lulus. Diawali dengan ice breaking “Satu Kata, Satu Mimpi”, siswa menyebutkan cita-cita mereka sambil bergaya, menciptakan suasana kelas yang cair dan penuh semangat. Selanjutnya, mahasiswa KKN memperkenalkan alur pendidikan lanjut mulai dari MTs/SMP menuju SMA/SMK/MA, hingga jenjang perguruan tinggi (D3, D4/S.Tr, dan S1), lengkap dengan penjelasan perbedaan fokus masing-masing jalur secara netral dan sesuai minat siswa.
Materi juga mengangkat sembilan alasan pentingnya melanjutkan sekolah, mulai dari memperluas wawasan, mengasah keterampilan baru, membuka peluang kerja, hingga melatih kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis. Ditegaskan pula bahwa lulus MTs adalah momen penting bagi siswa untuk mulai menentukan arah pendidikan secara sadar, bukan sekadar mengikuti pilihan teman. Bagian yang paling menyentuh datang dari sesi motivasi, di mana siswa diyakinkan bahwa kondisi ekonomi atau lingkungan hari ini tidak sepenuhnya menentukan masa depan mereka yang paling menentukan adalah kemauan belajar, usaha, disiplin, dan sikap pantang menyerah. Melalui contoh-contoh profesi seperti dokter, guru, programmer, pengusaha, hingga teknisi, siswa diajak mengaitkan cita-cita mereka dengan jalur pendidikan yang relevan, sekaligus memahami bahwa melanjutkan sekolah baik ke SMA, SMK, maupun MA tetap penting bagi semua orang, terlepas dari pilihan untuk kuliah atau tidak.
Melalui dua kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 2 STAI Baitul Arqom berharap dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini pada siswa-siswi Desa Pangguh, baik dalam membangun lingkungan pertemanan yang aman dan bebas dari perundungan, maupun dalam mempersiapkan langkah pendidikan yang lebih terarah menuju masa depan. Kedua program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung dunia pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama di wilayah Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.
Penulis: Kelompok 2 — KKN Desa Pangguh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, 2026
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































