Apa yang terjadi ketika bayangan masa depan di kampus luar negeri bertemu dengan panggung diplomasi kelas dunia dalam satu ruangan? Bagi siswa-siswi SMA Bakti Mulya 400 Jakarta, jawabannya adalah sebuah petualangan seru yang mengubah cara pandang mereka tentang masa depan hanya dalam hitungan jam
Inilah atmosfer membara yang menyelimuti Ballroom SMA Bakti Mulya 400 Jakarta pada Jumat, 28 Agustus 2026. Sejak pagi hari, ratusan siswa kelas 12 tidak sekadar duduk mendengarkan ceramah, melainkan sedang meretas jalan menuju masa depan mereka. Lewat dua agenda besar yang digelar beruntun, riuh antusiasme dan rasa ingin tahu yang membumbung tinggi membuktikan bahwa generasi muda hari ini siap melangkah jauh melampaui batas ruang kelas.
Hari itu, SMA Bakti Mulya 400 menghadirkan kolaborasi strategis: pemaparan peta jalan studi lanjut bertajuk “Masa Depanku, Pilihanku” bersama pakar pendidikan internasional, disusul pembekalan diplomasi global dalam “The 24th Economix: Global Economic Challenges melalui Model United Nations (MUN)”. Kedua acara berlangsung sangat lancar, interaktif, dan sukses membakar semangat seluruh peserta.
Mengukir Harapan Melalui “Masa Depanku, Pilihanku”
Sesi pertama dibuka dengan seminar interaktif yang menghadirkan Ibu Windiarti Soebandio dari iaeglobal movast. Mengusung tema “Masa Depanku, Pilihanku”, sesi ini fokus memberikan panduan komprehensif bagi para siswa yang mulai menginjak fase krusial dalam menentukan arah pendidikan tinggi mereka, baik di perguruan tinggi negeri, swasta, maupun kampus terkemuka di luar negeri.
Dalam pemaparannya, Ibu Windiarti tidak hanya membedah teknis pendaftaran kampus luar negeri, persyaratan bahasa, atau strategi memilih jurusan yang tepat. Beliau menekankan pentingnya aspek kesehatan mental dan kesiapan emosional dalam proses transisi ini. Kehadiran pendampingan psikolog menjadi poin krusial yang dibahas, di mana para siswa diajak memahami minat, bakat, serta kapasitas diri agar pilihan jurusan yang diambil benar-benar selaras dengan karakter pribadi masing-masing.
Atmosfer Ballroom makin hidup ketika sesi kuis dibuka di sela-sela pemaparan. Para siswa berebut menjawab pertanyaan interaktif seputar persiapan kuliah, menambah keceriaan dan semangat di tengah materi yang padat dan informatif.
Di sela-sela kegiatan, Ibu Windiarti Soebandio membagikan kesannya saat diwawancarai:
“Jujur, saya sangat terkesan dengan energi siswa-siswi SMA Bakti Mulya 400 hari ini. Pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan sangat kritis dan berani. Kehadiran kami di sini bertujuan untuk meluruskan pandangan bahwa kuliah di luar negeri itu bukan sekadar mimpi yang sulit dijangkau. Selama dipersiapkan secara sistematis sejak dini, termasuk kesiapan mental dan pendampingan psikologisnya, semua itu sangat bisa direalisasikan.”
Tanggapan senada juga disampaikan oleh Shafa, siswa kelas 12 yang menjadi salah satu peserta aktif seminar:
“Acara ini benar-benar melegakan buat saya. Jujur, sebelum ikut sesi Bu Windiarti, saya sempat ragu dan takut menghadapi proses pendaftaran kampus, apalagi soal pemilihan jurusan yang pas. Tapi pas dijelaskan kalau ada pendampingan psikolog untuk memetakan potensi diri, saya jadi makin mantap dan percaya diri. Ditambah lagi ada sesi kuisnya, jadi materinya santai tapi langsung ngena!”
Menjawab Tantangan Global dalam The 24th Economix MUN
Setelah jeda yang menyegarkan, kegiatan berlanjut ke sesi kedua yang tak kalah bergengsi. SMA Bakti Mulya 400 dengan bangga menghadirkan salah satu alumni terbaiknya, Indira Tabina, yang saat ini menjabat sebagai General Secretary pada ajang The 24th Economix: Global Economic Challenges.
Indira kembali ke almamaternya untuk membagikan wawasan mengenai pentingnya peran generasi muda dalam memahami isu-isu ekonomi global. Melalui pengalaman simulasi sidang PBB atau Model United Nations (MUN), para siswa diperkenalkan pada dunia diplomasi, negosiasi, kritis berpikir, serta pemecahan masalah skala internasional. Kepiawaian Indira dalam menyampaikan materi mampu memantik rasa percaya diri para juniornya untuk berani tampil di kancah global.
Ditemui seusai sesi materi, Nauval, siswa kelas 12 yang mengikuti kegiatan ini, mengungkapkan rasa bangganya:
“Melihat Kak Indira berdiri di depan sebagai General Secretary Economix itu bikin bangga banget, sekaligus jadi pemicu semangat buat kita adik-adik kelasnya. Lewat pemaparan tadi, saya baru sadar kalau isu ekonomi global dan diplomasi lewat MUN itu bukan hal yang jauh dari kita. Kita sebagai anak muda justru punya peran besar untuk mulai peduli dan berani menyuarakan ide di forum internasional.”
Apresiasi Sekolah dan Langkah Menuju Masa Depan
Melihat kesuksesan seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir, pihak sekolah memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya dua agenda krusial ini.
Dalam sesi wawancara penutup, Kepala SMA Bakti Mulya 400 Jakarta, Bapak Andi Gunawan, menegaskan komitmen sekolah dalam mengawal masa depan para siswanya:
“Rangkaian acara hari ini merupakan wujud komitmen kami dalam menyajikan pendidikan yang holistik. Kami sengaja menyatukan dua aspek penting ini dalam satu hari: kesiapan diri menyongsong jenjang perguruan tinggi dan pembentukan wawasan diplomasi global. Kami tidak ingin meluluskan siswa yang hanya unggul secara akademis, tetapi juga siswa yang berkarakter kuat, berjiwa pemimpin, dan siap bersaing di kancah internasional.”
Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata komitmen SMA Bakti Mulya 400 Jakarta dalam menghadirkan pendidikan berorientasi masa depan dengan membekali para siswa agar berani bermimpi besar, melangkah pasti, dan siap menjadi pemenang di era globalisasi.
Setiap mimpi besar selalu membutuhkan pijakan pertama yang kokoh. Hari itu, di bawah atap Ballroom SMA Bakti Mulya 400, ratusan langkah kecil telah mantap diayunkan. Bukan lagi tentang ‘ke mana akan melangkah’, melainkan tentang ‘seberapa jauh mereka akan membawa nama bangsa di panggung dunia’
Sumber: Tim Studi Lanjut SMA Bakti Mulya 400 Jakarta
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































