Jakarta — Harga ponsel pintar di Indonesia berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Salah satu faktor utama yang memicu kondisi tersebut adalah naiknya harga komponen Random Access Memory (RAM) di pasar global.
RAM merupakan komponen penting dalam perangkat ponsel yang berfungsi menunjang kinerja aplikasi dan sistem. Dalam beberapa bulan terakhir, harga RAM dilaporkan mengalami tren kenaikan seiring meningkatnya permintaan industri teknologi, terutama untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI), server, dan pusat data.
Pengamat teknologi menilai kenaikan harga RAM ini akan berdampak langsung pada biaya produksi ponsel. Produsen mau tidak mau harus menyesuaikan harga jual agar tetap menjaga margin usaha, khususnya untuk ponsel kelas menengah yang saat ini mengandalkan kapasitas RAM besar sebagai daya tarik utama.
“Sekarang RAM 8 GB bahkan 12 GB sudah menjadi standar. Ketika harga komponennya naik, efeknya pasti terasa ke harga akhir produk,” ujar seorang analis industri gadget.

Kondisi ini diperkirakan paling terasa pada ponsel dengan spesifikasi menengah ke atas, terutama yang mengusung RAM besar dan teknologi terbaru. Sementara itu, ponsel entry-level dinilai masih relatif aman dalam jangka pendek, meski tetap berpotensi terdampak jika kenaikan harga berlanjut.
Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam merencanakan pembelian ponsel. Jika tidak membutuhkan spesifikasi tinggi, konsumen disarankan memilih perangkat sesuai kebutuhan agar tetap efisien dari sisi anggaran.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































