Yogyakarta, 27 Oktober 2025 — Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui program project-based SDGs kembali menunjukkan komitmen terhadap isu keberlanjutan melalui kegiatan bertajuk “Pembuatan Scrunchie dari Limbah Kain Rumah Tangga.” Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor 12 yang menekankan pentingnya konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, khususnya dalam upaya mengurangi limbah tekstil rumah tangga.
Proyek ini melibatkan 10 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Tata Busana dan Teknik Industri, namun hanya sebagai audiens yang mengikuti jalannya workshop. Sementara itu, terdapat 4 mahasiswa dari Pendidikan Tata Busana yang berperan sebagai pengisi workshop, mulai dari penyampaian materi, pendampingan, hingga demonstrasi pembuatan scrunchie. Pembagian peran ini memungkinkan kegiatan berlangsung lebih terstruktur, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa Tata Busana untuk mengaplikasikan keahlian mereka secara langsung.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya limbah kain perca dari aktivitas rumah tangga dan kegiatan menjahit skala kecil. Limbah kain yang tidak dimanfaatkan berpotensi menjadi pencemar lingkungan karena banyak bahan tekstil modern mengandung material sintetis yang sulit terurai. Menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa UNY menginisiasi kegiatan upcycling sebagai langkah praktis untuk memanfaatkan kembali limbah kain menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.
Sebelum melaksanakan workshop, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan pembuatan sampel scrunchie sebagai contoh standar. Sampel tersebut digunakan untuk memperjelas bentuk akhir produk, menentukan ukuran kain yang ideal, serta menjadi acuan bagi peserta selama proses praktik. Pembuatan sampel ini juga penting untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diajarkan nantinya dapat mudah diikuti oleh audiens workshop.
Hal yang menjadi ciri khas dari proyek ini adalah penggunaan jahitan tangan sebagai teknik utama pembuatan scrunchie. Keputusan ini dibuat agar kegiatan inklusif dan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk peserta yang tidak memiliki mesin jahit di rumah. Dengan hanya menggunakan alat sederhana seperti jarum, benang, dan potongan kain perca, peserta dapat menghasilkan scrunchie yang kuat, rapi, dan layak pakai. Teknik jahit tangan juga dipilih untuk menekankan bahwa kreativitas tidak harus bergantung pada teknologi mahal.
Selama workshop berlangsung, empat mahasiswa pengisi materi menyampaikan penjelasan mengenai teknik dasar menjahit tangan, cara memasukkan karet elastis, teknik merapikan tepi kain, serta strategi sederhana untuk menghasilkan scrunchie yang tampak profesional. Audiens yang terdiri dari mahasiswa Tata Busana dan Teknik Industri mengikuti kegiatan dengan antusias, banyak di antara mereka yang baru pertama kali mempraktikkan pembuatan scrunchie secara langsung.
Selain praktik menjahit, peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak limbah tekstil terhadap lingkungan serta pentingnya menerapkan prinsip sustainable fashion. Materi ini disampaikan melalui contoh visual dan diskusi singkat, sehingga peserta dapat memahami bahwa pembuatan scrunchie bukan sekadar kegiatan kreatif, tetapi juga bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Workshop ini berhasil menghasilkan 11 scrunchie handmade dengan beragam warna dan motif sesuai kain yang tersedia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kain bekas memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang tidak hanya berguna, tetapi juga ramah lingkungan. Dengan teknik jahitan tangan, semua orang bisa melakukannya,” ujar Intan Susilo, ketua tim mahasiswa pelaksana kegiatan.
Tidak hanya memberikan pengalaman teknis, proyek ini juga memberi nilai edukatif yang kuat. Para peserta belajar bahwa limbah tekstil dapat dimanfaatkan kembali dengan cara yang mudah dan murah. Workshop ini sekaligus membuka wawasan bahwa kegiatan kreatif berbasis limbah bukan hanya sekadar hobi, tetapi dapat menjadi bagian dari gaya hidup berkelanjutan yang mengurangi sampah dan menambah nilai pada bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
Kegiatan ini memberikan kontribusi langsung terhadap SDG 12, terutama dalam mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam konsumsi dan pengelolaan limbah. Selain itu, proyek ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan sederhana yang dapat menjadi dasar usaha kecil berbasis produk kreatif. Tidak kalah penting, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 13: Aksi Iklim, mengingat pengurangan limbah tekstil dapat membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan yang berdampak pada perubahan iklim.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNY berhasil menunjukkan bahwa inovasi ramah lingkungan tidak harus dimulai dari teknologi canggih atau modal besar. Bahkan dengan alat sederhana dan keterampilan dasar, limbah kain rumah tangga dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































