Toraja Utara, Sulawesi Selatan — Semangat kolaborasi dan inovasi menjadi kunci dalam program kerja yang digagas oleh Pemuda Mapia bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 114, yang berfokus pada pengembangan promosi digital Benteng Mamullu di Lolai, kawasan Negeri di Atas Awan.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pariwisata berkelanjutan, pemberdayaan komunitas lokal, dan pelestarian warisan budaya.
🔹 Mengangkat Potensi Lokal Lewat Digitalisasi
Benteng Mamullu, sebagai salah satu situs bersejarah di Toraja Utara, menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kuat. Namun, di tengah derasnya arus digitalisasi, potensi ini perlu diperkenalkan secara lebih luas melalui pendekatan kreatif dan teknologi.
Melalui kolaborasi ini, tim KKN Unhas 114 dan Pemuda Mapia mengembangkan konten digital promosi wisata, seperti profil video, infografis edukatif, tur virtual, serta kampanye media sosial yang menonjolkan keindahan alam dan nilai budaya setempat.
“Kami ingin agar Benteng Mamullu tidak hanya dikenal sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan masyarakat lokal yang dihidupkan kembali dengan cara modern,” ujar Ketua Pemuda Mapia, dalam sambutannya saat peluncuran program.
🔹 Sinergi Multi Pihak untuk SDGs
Program ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, tokoh adat, komunitas wisata Lolai, dan perangkat desa. Kolaborasi lintas sektor tersebut mencerminkan prinsip kemitraan untuk mencapai tujuan (SDGs 17), dengan memadukan potensi pemuda, akademisi, dan masyarakat adat.
Dosen pembimbing lapangan KKN Unhas 114 menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang promosi wisata, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan (SDGs 8 dan 11).
“Pendekatan digital ini diharapkan mampu meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat sekitar dan membuka peluang lapangan kerja baru tanpa merusak nilai-nilai budaya,” ungkapnya.
🔹 Lolai, Negeri di Atas Awan sebagai Ikon Pariwisata Berkelanjutan
Lolai telah lama dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan” karena panorama alamnya yang menakjubkan. Melalui promosi digital Benteng Mamullu, kawasan ini diharapkan menjadi ikon wisata sejarah dan budaya yang terintegrasi dengan destinasi alam Lolai.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya melestarikan kearifan lokal serta menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan (SDGs 15).
Kegiatan KKN juga melibatkan pelatihan konten kreatif bagi pemuda setempat, penggunaan peta digital wisata, serta pendampingan dalam strategi promosi berbasis komunitas. Semua aktivitas tersebut diarahkan untuk menciptakan model pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
🔹 Harapan dan Keberlanjutan Program
Dengan selesainya kegiatan KKN Unhas 114, Pemuda Mapia berkomitmen untuk melanjutkan program promosi digital ini melalui kanal media sosial lokal dan kerja sama dengan pelaku wisata daerah. Harapannya, Benteng Mamullu dapat dikenal sebagai destinasi budaya unggulan yang memperkuat citra Lolai sebagai kawasan wisata edukatif dan berkelanjutan.
“Benteng Mamullu bukan hanya warisan masa lalu, tetapi masa depan kita bersama. Lewat digitalisasi, semangat gotong royong, dan dukungan banyak pihak, kami ingin menjadikan sejarah sebagai kekuatan pembangunan,” tutup Ketua Tim KKN Unhas 114 dengan optimistis.
🌏 Catatan Redaksi:
Program ini merefleksikan integrasi antara pendidikan tinggi, komunitas lokal, dan kebijakan pembangunan berkelanjutan, dengan nilai-nilai kearifan lokal Toraja sebagai dasar.
Kegiatan ini juga mendukung SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas), 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi), 11 (Kota & Komunitas Berkelanjutan), 15 (Ekosistem Daratan), dan 17 (Kemitraan untuk Tujuan).
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































