Beberapa tahun setelah pandemi COVID-19 berlalu, kuliah online masih menjadi bahan perbincangan hangat di dunia pendidikan. Ada yang menganggapnya sebagai bentuk kemunduran interaksi akademik, tetapi ada pula yang menilai justru inilah wajah baru pendidikan masa depan. Dunia sudah berubah, dan pendidikan pun tidak bisa berjalan di jalur lama.
Pandemi memang memaksa mahasiswa dan dosen untuk “beradaptasi darurat” lewat layar. Tapi siapa sangka, dari situ lahir keterampilan baru yang relevan dengan dunia kerja saat ini di mana dunia yang semakin digital, serba cepat, dan fleksibel. Kini, ketika semua kembali ke ruang kelas, jejak digital itu tidak sepenuhnya ditinggalkan.
Salah satu contohnya datang dari Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB) Grha Arta Khatulistiwa Pontianak. Kampus vokasi ini tetap menerapkan sistem kuliah online pada beberapa kesempatan, meskipun bukan dalam bentuk perkuliahan penuh atau hybrid. Tujuannya sederhana tapi visioner: melatih mahasiswa agar terbiasa dengan pola kerja modern yang banyak mengandalkan teknologi digital.
“Kami ingin mahasiswa siap menghadapi dunia kerja yang kini lebih banyak dilakukan secara daring, baik dalam hal rapat, laporan, maupun komunikasi antardivisi,” ujar salah satu dosen pengampu di AKUB.
Langkah ini patut diapresiasi. Mahasiswa vokasi, yang sebagian besar nantinya akan terjun langsung ke dunia profesional, justru sangat diuntungkan dengan latihan semacam ini. Dunia kerja sekarang menuntut kemampuan bekerja jarak jauh, menggunakan platform digital, dan berkomunikasi efektif tanpa tatap muka langsung. Semua itu sebenarnya sudah mulai ditempa lewat kuliah online.
Namun tentu saja, tidak sedikit yang tetap merindukan interaksi hangat di ruang kelas. Ada yang merasa bahwa diskusi tatap muka lebih hidup dan relasi antara dosen dan mahasiswa terasa lebih manusiawi. Kuliah online dinilai membuat sebagian mahasiswa “terlalu nyaman di balik layar” dan kehilangan semangat kebersamaan akademik.
Di sisi lain, banyak mahasiswa juga menyambut baik sistem online yang diterapkan secara terbatas. Mereka merasa bisa belajar mengatur waktu, disiplin dalam mengumpulkan tugas, dan belajar bertanggung jawab tanpa harus selalu diawasi langsung. Inilah soft skill yang justru sangat dibutuhkan di kantor: mandiri, efisien, dan adaptif terhadap teknologi.
Faktanya, banyak perusahaan kini menerapkan work from home atau hybrid office, yang membuat pengalaman kuliah online menjadi semacam pelatihan terselubung sebelum masuk dunia kerja. Mahasiswa yang pernah mengalami perkuliahan daring terbiasa menggunakan aplikasi pertemuan virtual, manajemen tugas digital, serta memahami etika komunikasi online, semua itu aset berharga di dunia profesional.
Dengan demikian, pro dan kontra kuliah online sebenarnya bukan soal memilih antara lebih baik daring atau tatap muka, melainkan bagaimana memadukan keduanya secara cerdas. Kampus seperti AKUB Grha Arta Khatulistiwa Pontianak telah menunjukkan arah baru pendidikan vokasi: kuliah online bukan lagi keadaan darurat, melainkan bagian dari strategi pembelajaran adaptif. Bisa jadi, inilah wajah baru pendidikan pasca-COVID: bukan sekadar memulihkan yang lama, tetapi mempersiapkan mahasiswa untuk dunia kerja yang semakin berubah dari hari ke hari.

Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































