ARGA MAKMUR, BENGKULU – Sejalan dengan Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur terus melakukan akselerasi di bidang ketahanan pangan. Pada Jumat (23/1), jajaran Lapas Arga Makmur fokus melaksanakan pemeliharaan intensif pada sektor peternakan itik petelur yang dikelola oleh warga binaan.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.50 WIB ini berpusat pada pemberian pakan berkualitas untuk menjaga produktivitas dan kualitas telur. Meskipun saat ini ternak itik terpantau sedang mengalami fase alami rontok bulu (molting), petugas dan warga binaan tetap memberikan perawatan ekstra agar siklus produksi tetap terjaga secara maksimal di masa mendatang.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan yang bertugas sebagai tamping peternakan telah melalui seleksi ketat melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Mereka menjalankan tugas harian di bawah pengawasan melekat dari Staf Kegiatan Kerja guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan yang berlaku.
Manajemen Lapas Kelas IIB Arga Makmur menegaskan bahwa pemanfaatan lahan untuk peternakan ini merupakan langkah strategis dalam memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan. Dengan bekal keahlian di bidang peternakan, diharapkan para warga binaan memiliki kemandirian ekonomi setelah menyelesaikan masa pidananya.
Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, telah melaporkan progres kegiatan ini kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu. Laporan tersebut mencakup evaluasi kondisi ternak serta capaian hasil produksi telur yang menjadi bagian dari kontribusi nyata Lapas terhadap ketahanan pangan daerah.
Seluruh rangkaian kegiatan di lahan peternakan ini berlangsung dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Langkah ini menjadi bukti konsistensi Lapas Arga Makmur dalam mentransformasi warga binaan menjadi insan yang produktif dan bermanfaat bagi bangsa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































