Siaran Berita, Jakarta, (2/2/2026) -Ada generasi muda yang tidak tergesa menuntut sorotan, memilih bekerja dalam ritme tenang namun konsisten. Langkahnya tidak melompat-lompat, melainkan tumbuh perlahan melalui proses panjang yang disusun dari disiplin, ketekunan, serta keberanian memikul banyak peran sekaligus. Dunia visual, pelayanan masyarakat, hingga pengelolaan sektor perikanan dijalani beriringan, menciptakan perjalanan yang terasa utuh dan berakar pada kerja nyata.
Wredha Riki Wardana, dikenal luas dengan sapaan Ido, merupakan sosok muda yang membangun identitas profesional melalui jalur lintas bidang dengan fondasi pendidikan dan pengalaman lapangan yang kuat. Ia merupakan lulusan SMKN 1 Ketapang jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, sebuah latar pendidikan yang membentuk ketelitian berpikir, pemahaman teknologi, serta kemampuan problem solving sejak dini. Dari basis keilmuan tersebut, Ido mengembangkan ketertarikannya ke ranah fotografi dan videografi, lalu memantapkan diri sebagai pengusaha jasa kreatif dengan merek personal i’do_photo. Nama tersebut perlahan dikenal sebagai representasi kerja visual yang rapi, jujur, serta mengedepankan cerita. Bagi Wredha Riki Wardana, kamera bukan hanya alat produksi gambar, melainkan medium membangun kepercayaan, membaca karakter manusia, dan mengabadikan proses kehidupan secara autentik. Perjalanan profesionalnya menunjukkan konsistensi antara latar teknis, sensibilitas artistik, dan etos kerja yang matang, menjadikannya figur yang relevan dalam lanskap kreatif lokal hingga regional.

Di luar dunia visual, Wredha Riki Wardana juga menjalani peran sebagai perangkat desa, sebuah posisi yang menuntut kedekatan dengan masyarakat serta tanggung jawab administratif yang berkelanjutan. Keterlibatan ini membentuk perspektif sosial yang kuat, menanamkan nilai pelayanan, kesabaran, serta kemampuan membaca kebutuhan publik secara langsung. Ia tidak memisahkan kerja profesional dengan pengabdian sosial, justru menjadikannya saling melengkapi. Pada waktu yang sama, Ido mengelola usaha tambak ikan, sektor yang menuntut konsistensi harian, pemahaman ekosistem, serta ketahanan menghadapi ketidakpastian alam. Pengelolaan tambak menjadi ruang belajar tentang ketekunan, perhitungan risiko, dan keberlanjutan usaha jangka panjang.
Jejak kedisiplinan itu telah terbangun sejak masa remaja. Wredha Riki Wardana pernah dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Kecamatan Ketapang, pengalaman yang membentuk karakter tangguh, rasa tanggung jawab, serta kesadaran kolektif. Nilai-nilai tersebut terbawa dalam setiap peran yang ia jalani, mulai dari kerja kreatif, pelayanan desa, hingga pengelolaan usaha. Konsistensi waktu, ketepatan eksekusi, dan komitmen terhadap proses menjadi prinsip yang terus dijaga.

Ruang digital dimanfaatkan sebagai medium dokumentasi sekaligus ruang dialog. Melalui Instagram i.do_photo, TikTok idohahaha19, serta Facebook atas nama Wredha Riki Wardana, ia membagikan karya visual, aktivitas lapangan, serta proses kerja secara terbuka. Kehadiran ini tidak sekadar membangun citra, melainkan mencerminkan transparansi proses, kedekatan dengan audiens, serta kesediaan untuk terus belajar dan berkembang. Jejak digital tersebut memperluas jangkauan karyanya dari Ketapang hingga Lampung Selatan, sekaligus memperkuat identitas personal sebagai pekerja kreatif yang membumi.
Perjalanan Wredha Riki Wardana memperlihatkan bahwa makna keberhasilan tidak selalu lahir dari satu jalur tunggal. Ketika kreativitas berjalan seiring pengabdian sosial dan ketekunan usaha, lahirlah sosok muda yang tidak hanya produktif, tetapi juga kontekstual dengan kebutuhan zamannya. Dari lensa kamera hingga kolam tambak, dari ruang digital hingga pelayanan desa, Ido merawat setiap proses dengan kesadaran penuh, membuktikan bahwa kerja sunyi dapat menumbuhkan dampak yang panjang dan berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”


















































![aisah nur Safitri adalah gadis cilik SMP yang berprestasi dalam bidang seni tari 51 jakarta, Gadis cilik Aisah Nur Safitri, siswa [Nama Sekolah], berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam Kompetisi Tari Tingkat Kota yang diadakan di bidang seni tari. Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di kota. Dengan penampilan yang memukau, Aisah Nur Safitri berhasil memikat hati juri dan penonton. Ia menampilkan tarian yang sangat ekspresif dan penuh energi, sehingga membuatnya menjadi salah satu peserta yang paling menonjol dalam kompetisi ini. " Saya sangat senang dan bangga bisa menjadi Juara Harapan 1 dalam kompetisi ini," kata Aisah Nur Safitri. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada guru-guru dan keluarga saya yang telah mendukung saya sepanjang proses latihan." Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain untuk terus mengembangkan bakat mereka dan mencapai prestasi yang lebih tinggi](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20251109-WA0213-120x86.jpg)
























