Semarang, 12 Maret 2026 – Mahasiswi Program Studi Statistika Universitas Diponegoro, Salsabila Qonita Kaltsum, berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3,5 tahun dengan predikat Cum Laude. Menariknya, Salsabila mengaku sejak awal dirinya tidak menargetkan untuk lulus lebih cepat.
“Sebenarnya saya tidak pernah mengejar untuk lulus 3,5 tahun. Target saya dari awal hanya lulus tepat waktu. Tapi ternyata Alhamdulillah semua bisa terkejar dan akhirnya bisa selesai dalam 3,5 tahun,” ujar Salsabila.
Salsabila sendiri merupakan mahasiswa yang diterima di Universitas Diponegoro melalui jalur Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB). Ia memilih jalur tersebut karena sejak sekolah sudah aktif mengikuti berbagai kompetisi dan olimpiade.
Selain aktif secara akademik, Salsabila juga dikenal aktif dalam kegiatan organisasi kampus. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Potlot Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP pada tahun 2024. Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi tidak menjadi penghalang untuk tetap berprestasi di bidang akademik selama mampu mengatur strategi dengan baik.
Menurut Salsabila, pencapaian lulus 3,5 tahun bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Ia mengaku berusaha mengatur strategi selama menjalani perkuliahan, mulai dari perencanaan studi hingga pengelolaan waktu.
“Saya mencoba mengatur strategi selama kuliah. Mulai dari merencanakan mata kuliah yang diambil, menjaga konsistensi belajar, sampai memanfaatkan waktu dengan baik,” tambahnya.
Berdasarkan pengalamannya, Salsabila membagikan beberapa tips bagi mahasiswa yang ingin menyelesaikan studi lebih cepat, khususnya di Program Studi Statistika Universitas Diponegoro.
Tips Lulus 3,5 Tahun ala Salsabila Qonita Kaltsum
1. Menyusun rencana studi sejak awal
Sejak semester awal, penting untuk memahami kurikulum dan merencanakan pengambilan mata kuliah agar tidak tertinggal atau menumpuk di akhir masa studi.
2. Menjaga konsistensi belajar setiap semester
Konsistensi dalam memahami materi kuliah membantu mahasiswa menghindari pengulangan mata kuliah serta menjaga IPK tetap stabil.
3. Mengatur waktu dengan baik
Mahasiswa perlu membagi waktu antara perkuliahan, organisasi, dan kegiatan lainnya agar semuanya tetap berjalan seimbang.
4. Aktif berdiskusi dengan dosen dan teman
Diskusi menjadi salah satu cara efektif untuk memahami materi yang sulit serta mendapatkan perspektif baru dalam belajar.
5. Tidak menunda tugas dan tanggung jawab akademik
Menghindari kebiasaan menunda pekerjaan membantu mahasiswa tetap fokus dan tidak kewalahan saat mendekati akhir semester.
6. Menyiapkan skripsi lebih awal
Mulai memikirkan topik dan berdiskusi dengan dosen sejak awal dapat membantu proses penyusunan skripsi berjalan lebih lancar.
Bagi Salsabila, perjalanan menyelesaikan studi bukan hanya tentang cepat atau lambatnya lulus, tetapi juga tentang bagaimana menjalani proses perkuliahan dengan penuh tanggung jawab.
“Yang paling penting sebenarnya bukan soal cepat atau lambatnya lulus, tetapi bagaimana kita menjalani prosesnya dengan baik dan tetap bertanggung jawab dengan apa yang kita pilih,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































