Medan,-Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam kelompok 47 Pendidikan Berkualitas Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) yang beranggotakan 20 mahasiswa/i melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Penguatan Literasi dan Numerasi sebagai Pilar Utama Peningkatan Mutu Pendidikan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 3 November 2025 di SMA Negeri 2 Medan dengan melibatkan seluruh siswa kelas XI Newton 1. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami bacaan, berpikir kritis, serta mengolah informasi numerik melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Ketua Kelompok Proyek, Nasywa Amirah Putri, menyampaikan bahwa penguatan literasi dan numerasi merupakan langkah penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan masa kini. “Banyak siswa sebenarnya mampu membaca dan menghitung, tetapi kesulitan memahami makna bacaan atau menerapkan logika dalam soal sehari-hari namun kurangnya minat terhadap literasi dan numerasi disebabkan karena mereka tidak pernah dikenalkan untuk apa dan seberapa pentingnya hal tersebut. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membantu siswa menyadari pentingnya kemampuan literasi dan numerasi untuk menunjang prestasi dan masa depan mereka,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai urgensi literasi dan numerasi abad ke-21, perkembangan pendidikan digital, hingga masalah rendahnya minat baca pada kalangan remaja. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian siswa adalah Fun Workshop Literasi, di mana peserta menonton film pendek tanpa suara dan diminta menuliskan interpretasi mereka. Cara ini terbukti mampu melatih kemampuan membaca visual, berpikir kritis, dan mengungkapkan ide secara kreatif. Di tengah-tengah kegiatan diadakannya ice breaking untuk mencairkan suasana kelas. Selain itu, kelompok mahasiswa juga mengadakan Clash of Celompok (COC), sebuah permainan kuis numerasi berbasis konteks kehidupan nyata. Siswa diminta menyelesaikan persoalan numerik sederhana, membaca data, dan membuat perbandingan secara logis.
Menurut Damas Nurhidayat, metode permainan sengaja digunakan untuk mengubah anggapan bahwa numerasi adalah pelajaran yang sulit dan membosankan. “Numerasi bukan hanya matematika rumus, tetapi keterampilan berpikir. Saat kami kemas dalam bentuk permainan, siswa jauh lebih antusias dan cepat memahami,” jelasnya, sebagai salah satu pemateri. Perwakilan siswa kelas XI Newton 1, Boy Handalan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini berbeda dari pembelajaran biasanya. “Seru kali bang, kak. Animasinya menarik, terus gamenya bikin kami mikir cepat. Jadi lebih paham apa itu literasi dan numerasi,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah bagian Humas SMA Negeri 2 Medan, Risma Naomi Damanik, S.Sos, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena sangat relevan dengan kebutuhan peningkatan mutu pendidikan di sekolah. “Kemampuan literasi dan numerasi menjadi fokus utama Kurikulum Merdeka saat ini. Kehadiran mahasiswa USU memberi kontribusi positif dalam membantu siswa meningkatkan kemampuan dasar yang sangat penting,” katanya. Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan agar siswa semakin terbiasa dengan pembelajaran aktif dan kolaboratif.
Setelah rangkaian kegiatan selesai, mahasiswa Kelompok 47 menyimpulkan bahwa siswa lebih berani mengemukakan pendapat, mampu mengolah informasi dari bacaan dan video, serta lebih percaya diri dalam menyelesaikan soal numerasi konteks sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kebiasaan membaca, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan menganalisis data.
Tulisan ini merupakan publikasi Kelompok Proyek MKWK 47 Pendidikan Berkualitas USU. Dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi di SMA Negeri 2 Medan, yang didampingi oleh Dosen Fasilitator: Dr. Aremi Evanta Br Tarigan, SP., M.Pd., MAk dan Mentor: Ilma Anzali Hasni.
Seluruh rangkaian kegiatan dapat dilihat melalui video dokumentasi di kanal YouTube Kelompok Pendidikan Berkualitas 47:
▶ https://youtu.be/vq09gL9Jyio
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































