seorang mahasiswi bernama Dinda Aulia dari Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas) salah satu perguruan tinggi di Palembang yaitu universitas Sriwijaya mengambil langkah unik dalam menganalisis fenomena kegiatan non-formal di tengah masyarakat. Mereka menjadikan salah satu event* “Beauty Class: Flawless Makeup for Daily Look” yang diselenggarakan oleh merek kosmetik ternama di Palembang sebagai objek kajian lapangan mereka.
Analisis ini dilakukan sebagai bagian dari mata kuliah yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pendidikan life skill (kecakapan hidup)
💄 Mengurai Tujuan di Balik Riasan
Menurut Koordinator Lapangan mahasiswa Penmas, Dinda Aulia kegiatan *beauty class* yang rutin
digelar di Palembang memiliki dua sisi yang menarik untuk dikaji. “Dari sudut pandang pendidikan,
*beauty class* dapat dilihat sebagai **media pelatihan keterampilan** (*life skill*) yang potensial,
khususnya bagi perempuan. Keterampilan merias diri tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri, tetapi
juga berpotensi membuka peluang usaha, seperti menjadi *Make Up Artist* (MUA) atau
*beautypreneur*,” jelasnya.

Namun, di sisi lain, mahasiswa juga mengkritisi aspek **konsumtif** dari *event* semacam ini. Mereka
menyoroti bagaimana *beauty class*, yang seringkali disponsori oleh merek kosmetik besar, secara
halus mendorong peserta untuk membeli dan menggunakan produk dalam jumlah banyak.
💄 Hasil Analisis: Tuntutan Sosial dan Potensi Ekonomi
Dinda mencatat beberapa poin penting dari pengamatan mereka terhadap para peserta *beauty class*:
Motivasi Utama: Sebagian besar peserta termotivasi oleh **tuntutan sosial** untuk tampil menarik
dalam berbagai acara, termasuk mencari pekerjaan atau *personal branding* di media sosial.

Aspek Pemberdayaan: Sekitar 30% peserta** menyatakan minat untuk menjadikan *skill* merias
sebagai sumber penghasilan tambahan, menunjukkan potensi nyata sebagai pendidikan keterampilan.
Kesenjangan Informasi: Analisis juga menunjukkan bahwa edukasi tentang kesehatan kulit (*skincare*)
dan keamanan produk kosmetik (seperti sertifikasi halal/BPOM) masih minim, didominasi oleh teknik
*make-up* instan.
💄 Rekomendasi untuk *Beauty Class* yang Lebih Berdaya
Berdasarkan hasil analisis, mahasiswa Penmas merekomendasikan agar penyelenggara *beauty class* di
Palembang dan sekitarnya dapat mengintegrasikan aspek pendidikan masyarakat yang lebih kuat 1. Kurikulum Berbasis Entrepreneurship : Menambahkan sesi tentang pengelolaan bisnis kecantikan,
pemasaran digital, dan *personal branding* sebagai *beauty professional*.
2. edukasi Kesehatan dan Etika Kecantikan : Memprioritaskan pemahaman dasar kesehatan kulit,
penggunaan produk yang aman, dan pentingnya **kecantikan yang realistis** dan *self-acceptance*.
3. Memperluas Jangkauan Peserta: Mengadakan *beauty class* khusus untuk komunitas yang kurang
terjangkau (misalnya remaja putus sekolah, ibu rumah tangga berpenghasilan rendah) sebagai upaya
nyata **pemberdayaan ekonomi**.
“Kami berharap, *beauty class* tidak hanya menjadi ajang unjuk rias atau promosi produk, tetapi juga
menjadi wadah pendidikan yang mampu **menciptakan kemandirian** dan meningkatkan kualitas
hidup masyarakat Palembang secara holistik,” ujar Ica makeup.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































