SAMARINDA – Industri kreatif sering kali menciptakan stigma bahwa karya visual yang memukau hanya bisa dilahirkan dari peralatan bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Fotografi arsitektur dan lanskap, khususnya, kerap dianggap sebagai arena bermain eksklusif bagi mereka yang memiliki kamera spesifikasi dewa. Namun, tembok persepsi tersebut berhasil diruntuhkan dengan anggun oleh seorang pemuda asal Samarinda, Muhammad Irsyad Al Faqih.
Berstatus sebagai mahasiswa aktif di Politeknik Negeri Samarinda (POLNES), pemuda yang sehari-hari juga bergelut di kerasnya industri kreatif sebagai freelance videographer ini, membuktikan bahwa ketajaman mata jauh lebih esensial daripada harga sebuah lensa.

Baru-baru ini, jagat media sosial dibuat takjub oleh mahakarya fotografi Irsyad yang merekam wajah baru peradaban Indonesia, yakni Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui bidikan kameranya, Irsyad tidak sekadar mengambil gambar bangunan mati, melainkan berhasil “memotret” kemegahan IKN ke dalam bingkai yang sangat sinematik dan berwibawa.
Fokus jepretannya menyoroti lanskap Taman Kusuma Bangsa yang asri dan sarat makna, serta menangkap detail arsitektur Istana Negara yang berdiri kokoh sebagai tonggak sejarah baru. Permainan komposisi yang simetris, pemanfaatan cahaya alami (natural light) yang dramatis, serta ketajaman angle membuat karya foto tersebut terasa seakan diambil oleh fotografer profesional.

Namun, kejutan sebenarnya justru terletak di balik layar. Kualitas visual setara high-end photography tersebut murni dieksekusi menggunakan senjata yang sangat sederhana: sebuah kamera mirrorless lawas tipe Sony A6000, lengkap dengan lensa bawaan pabrik (lensa kit) 16-50mm. Peralatan tempur yang kerap dipandang sebelah mata oleh fotografer pemula ini, di tangan Irsyad, justru menjelma menjadi alat pendongeng visual yang sangat magis.
Karya estetik dokumentasi IKN tersebut seketika meledak, menjadi buah bibir warganet, dan meraup lebih dari 250.000 tayangan. Kualitas storytelling visualnya yang tajam memantik atensi publik, hingga karya foto tersebut diunggah ulang (repost) secara organik oleh kurator informasi dan raksasa pariwisata nasional. Tercatat, deretan akun besar seperti XINAYEL, ikn_nusantarainfo, gerbangtara.id, wonderfullkaltim, hingga staycation.id, turut memamerkan jepretan pemuda Kaltim tersebut di beranda mereka.

“Banyak yang awalnya tidak percaya kalau karya foto itu murni tangkapan lensa kit. Di dunia visual, gear yang mahal memang sangat mempermudah kerja, tapi bukan penentu mutlak hasil akhir. Mahakarya lahir dari seberapa jeli kita melihat sudut pandang (angle), kesabaran membaca jatuhnya cahaya, dan intuisi untuk menekan shutter di momentum yang paling tepat,” ujar Irsyad membongkar rahasia di balik karyanya.
Mentalitas pantang menyerah ala hustler ini tidak terbentuk dalam semalam. Sebagai seorang freelancer, Irsyad terbiasa dituntut untuk mencari solusi kreatif di tengah berbagai keterbatasan, membagi fokus antara tugas perkuliahan, dan tekanan deadline klien. Etos kerja inilah yang mematangkan insting visualnya, baik dalam ranah videografi maupun fotografi.

Konsistensi dan kemampuannya menggabungkan kreativitas dengan teknologi ini pun berbuah manis. Pemuda inspiratif ini baru saja mendapatkan pengakuan internasional dengan terpilih mewakili kampusnya sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026. Sebuah pencapaian prestisius yang mengukuhkan posisi talenta daerah di panggung teknologi global.
Sebagai putra daerah, Irsyad berharap karyanya tidak hanya menjadi etalase keindahan IKN, tetapi juga mendobrak mentalitas pemuda Kaltim agar lebih berani berkarya.
“Karya hebat tidak selalu lahir dari alat yang mahal, tapi dari seberapa gigih kamu memaksimalkan apa yang ada di genggamanmu,” tutupnya menginspirasi.
Tentang Narasumber:
- Nama: Muhammad Irsyad Al Faqih
- Status: Mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda / Google Student Ambassador 2026
- Instagram: @Ichaaadd_
- WhatsApp: 0896xxxxxxxx
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































