Seorang siswa berusia 13 tahun di SMPN 19 Tangerang Selatan menjadi korban bullying hingga meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan. Naasnya, siswa tersebut telah menjadi korban bullying sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan orang tuanya baru menyadari hal itu setelah korban mengeluh sakit di bagian kepala akibat dipukul menggunakan kursi besi. Selain itu, kasus pengeboman yang dilakukan oleh seorang siswa di SMAN 72 Jakarta juga diindikasi terjadi karena adanya tindakan bullying. Pelaku sebelumnya pernah menjadi korban pembullyan dan telah melapor, namun pihak sekolah tidak memberikan respons apa pun.
Kedua kasus tersebut sangat memprihatinkan, bukan? Menjadi korban bullying hingga harus kehilangan nyawa atau bahkan sampai menjadi pelaku hingga merugikan banyak orang. Pernahkah kamu terpikir mengapa hal ini bisa terjadi pada anak? Bagaimana bisa sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman untuk belajar justru berubah menjadi ruang yang menakutkan dan penuh ancaman?
Bullying yang terjadi pada anak bukanlah sekadar masalah sepele. Tindakan kekerasan, baik fisik maupun nonfisik yang dialami oleh anak memerlukan perhatian khusus dari kita semua. Dalam menghadapi hal ini, peran orang tua dan guru menjadi kunci utama dalam pencegahan bullying karena merekalah yang berada paling dekat dengan anak.
Lalu, bagaimana kita bisa lebih baik dalam melindungi anak-anak dari tindakan kekerasan? Yuk, simak penjelasan berikut untuk mencegah terjadinya bullying pada anak!
Peran Orang Tua dalam Pencegahan Bullying

Pernahkah anak Anda bercerita soal bagaimana ia diejek dan direndahkan oleh temannya? Atau mungkin justru anak Anda tanpa sadar melakukan hal tersebut pada orang lain? Sebagai orang tua, kita perlu menyadari hal tersebut. Untuk mencegah anak terlibat sebagai korban maupun pelaku, orang tua dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial sejak dini. Salah satu cara yang efektif adalah dengan mengajarkan pentingnya nilai empati dan perspective-taking pada anak.
Dengan menanamkan nilai-nilai sosial tersebut, anak akan mampu memahami dan menghargai perasaan orang lain, memperlakukan orang lain dengan baik, melihat situasi dari sudut pandang orang lain, serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan mereka terhadap orang lain sehingga mereka akan cenderung bertindak lebih baik dan menghindari perilaku bullying. Dengan demikian, peran orang tua dalam pembentukan karakter sosial pada anak sangat dibutuhkan.
Peran Guru dalam Pencegahan Bullying

Di lingkungan sekolah, tidak jarang kita menemukan siswa saling mengejek, mendorong, atau mempermalukan temannya tanpa menyadari bahwa tindakan-tindakan tersebut termasuk dalam perilaku bullying. Sebagai seorang guru, perlu bagi kita untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai perilaku apa saja yang termasuk dalam tindakan bullying. Dengan memberikan pemahaman yang jelas, siswa mampu membedakan mana tindakan yang dapat diterima dan mana yang dapat menyakiti orang lain.
Selain itu, melalui edukasi yang tepat dapat membantu siswa memahami bahwa bullying bukanlah sekadar candaan biasa, melainkan perbuatan yang dapat berdampak pada kesehatan mental orang lain. Oleh Karena itu, guru berperan penting dalam menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi semua siswa.
Strategi Sekolah dalam Pencegahan Bullying

Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam mencegah dan menangani kasus bullying yang dapat berdampak pada perkembangan psikologis peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang terencana dan berkelanjutan agar upaya pencegahan dapat berjalan secara efektif. Adapun strategi yang dapat diterapkan oleh pihak sekolah sebagai berikut:
1. Memberikan edukasi kepada seluruh warga sekolah mengenai bentuk dan dampak dari perilaku bullying.
2. Mengadakan kegiatan sosialisasi terkait pemahaman tentang bullying, cara pencegahan, serta sanksi bullying di lingkungan sekolah.
3. Menanamkan keberanian kepada seluruh pihak untuk menolak dan melawan segala bentuk tindakan bullying.
4. Menanggapi setiap kasus bullying secara serius dengan menyediakan saluran komunikasi yang aman dan terbuka untuk pelaporan.
5. Menunjukkan kepekaan terhadap kondisi korban bullying dengan memberikan pendampingan, perlindungan, dan bantuan yang sesuai.
6. Menyusun dan menerapkan kebijakan yang secara tegas mengatur tentang tindakan bullying.
7. Menjalin kerja sama dengan orang tua atau wali murid guna mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying.
Tentu sekarang kita memahami bahwa sebenarnya kita mampu melindungi anak-anak dari tindakan bullying. Banyaknya kasus bullying yang terjadi pada anak menjadi pengingat bahwa peran orang tua dan guru sangatlah besar dalam upaya pencegahannya. Pilihannya ada pada kita, akankah kita membiarkan anak-anak tumbuh menjadi korban atau bahkan pelaku bullying? Atau justru kita bergerak bersama untuk menciptakan ruang tumbuh yang hangat, positif, dan suportif agar setiap anak merasa aman untuk belajar dan berkembang.
Referensi Bacaan:
• Yasin, M., Mansyur, & Meita, N. M. (2023). Pendidikan anti bullying. CV Basya Media Utama.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































