Perkembangan peserta didik merupakan proses menyeluruh yang mencakup perubahan fisik, kognitif, sosial, emosional, dan moral. Pemahaman terhadap perkembangan ini sangat penting agar proses pembelajaran yang diberikan guru dapat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap anak. Para ahli menjelaskan bahwa perkembangan yang tidak didukung secara tepat dapat memunculkan hambatan belajar maupun tekanan emosional bagi peserta didik (Wulandari, Adhani, & Hasibuan, 2024; Nurlina dkk., 2023).
Perkembangan Kognitif
Anak pada usia sekolah dasar berada pada tahap berpikir konkret, sehingga membutuhkan pengalaman nyata untuk memahami konsep pembelajaran. Ketika memasuki usia remaja, kemampuan berpikir abstrak mulai berkembang, dan mereka lebih mampu menganalisis serta menarik kesimpulan. Karena itu, pendidik harus menyesuaikan metode pengajaran dengan tahap perkembangan peserta didik agar pembelajaran lebih efektif (Wulandari dkk., 2024; Aminudin, 2023).
Perkembangan Emosional dan Sosial
Masa remaja ditandai dengan perubahan emosional yang kuat, pencarian jati diri, serta kebutuhan untuk memperoleh penerimaan dari lingkungan sekitar. Dukungan emosional dari keluarga dan sekolah berperan penting dalam membantu peserta didik menghadapi perubahan tersebut. Penelitian beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kualitas hubungan sosial yang baik dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa (Khotimah, Maemonah, & Rahmi, 2021; Dewi & Rachman, 2025).
Perkembangan Fisik dan Psikomotor
Pertumbuhan fisik pada masa anak-anak dan remaja berpengaruh pada kemampuan motorik dan aktivitas pembelajaran. Peningkatan keterampilan motorik halus dan kasar membantu peserta didik mengikuti kegiatan akademik maupun non akademik. Guru perlu memberikan kegiatan yang sejalan dengan tahap perkembangan fisik agar siswa dapat mengekspresikan kemampuan mereka secara optimal (Wulandari dkk., 2024; Nurlina dkk., 2023).
Perkembangan Moral dan Spiritual
Perkembangan moral dan spiritual merupakan bagian penting dari pembentukan karakter. Nilai-nilai moral seperti tanggung jawab, kejujuran, dan rasa hormat mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak dan semakin berkembang pada masa remaja. Peran sekolah dan keluarga sangat penting dalam menanamkan nilai tersebut melalui pembiasaan, contoh perilaku, serta lingkungan yang suportif (Aminudin, 2023; Nurlina dkk., 2023).
Tantangan Perkembangan Peserta Didik di Era Sekarang
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam pembelajaran cenderung menurun pada akhir masa remaja. Tantangan seperti tekanan akademik, pengaruh media digital, serta perubahan sosial berdampak pada motivasi dan perkembangan identitas diri. Oleh karena itu, pendidik perlu lebih peka terhadap kondisi emosional siswa dan menyeimbangkan antara tuntutan akademik dan kebutuhan psikologis mereka (Dewi & Rachman, 2025; Khotimah dkk., 2021).
Peran Guru dan Orang Tua
Guru dan orang tua memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan peserta didik. Strategi pembelajaran harus sesuai dengan tahapan perkembangan, hubungan komunikasi harus terbuka, dan lingkungan belajar harus aman dan inklusif. Bimbingan moral, emosional, dan sosial juga perlu diberikan secara konsisten agar anak dapat berkembang secara holistik (Aminudin, 2023; Wulandari dkk., 2024).
Disusun oleh:
1. Muhammad Sidik khoirusoleh [ 251012400072 ]
2. Ninies Aulia Rachma [ 251012400051 ]
3. Siti Patimah [ 251012400037 ]
UNIVERSITAS PAMULANG TANGERANG SELATAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEMESTER GANJIL TAHUN 2025/2026
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































