Judul Buku : Lepas dari Pikiran Negatif dan Tekanan Batin
Penulis : Dr. Ahmad Hijazi
Penerbit : Gemilang
Tahun Terbit : Januari 2022
Tebal : 248 halaman, 13 x 20 cm
Jenis Buku : Pengembangan diri / Psikologi
ISBN : 978-623-8036-02-08
Peresensi : Zahra Maharani
Buku karya Dr. Ahmad Hijazi ini dapat menjadi sumber inspirasi relevan yang menyelami secara mendalam hubungan intrinsik antara pikiran manusia, emosi yang menyertainya, serta kesehatan mental secara keseluruhan. Dr. Hijazi, dengan gaya penulisan yang sederhana dan mudah dipahami, berhasil mengajak pembaca untuk merefleksikan peran krusial pikiran dalam membentuk kualitas hidup seseorang. Ia menekankan bahwa pikiran bukan sekadar alat berpikir, melainkan faktor penentu utama dalam mencapai kesejahteraan. Pikiran negatif, menurutnya, tidak hanya merusak keseimbangan emosional, tetapi juga berdampak langsung pada fungsi otak dan kesehatan fisik yang lebih luas. Oleh karena itu, langkah awal yang paling esensial adalah memahami dinamika pikiran dan belajar mengendalikannya, sehingga seseorang dapat menapaki jalan menuju kehidupan yang lebih harmonis, tenang, dan dipenuhi kebahagiaan sejati.
Salah satu kelebihan utama buku ini terletak pada pembahasan mendalam mengenai pikiran negatif sebagai akar utama tekanan batin dan berbagai gangguan psikologis. Dr. Hijazi menguraikan dengan teliti bagaimana emosi-emosi seperti rasa takut yang mendalam, kecemasan yang tak terkendali, serta kekhawatiran berlebihan sering kali menjadi pemicu stres yang berkepanjangan. Penulis mendukung argumennya dengan penjelasan ilmiah yang solid, menunjukkan bagaimana tekanan emosional yang terus-menerus dapat merusak kinerja otak, mulai dari gangguan konsentrasi hingga perubahan struktural jangka panjang. Ia menyoroti dampaknya terhadap keseimbangan hormon dalam tubuh, yang pada akhirnya melemahkan sistem kekebalan dan daya tahan fisik secara keseluruhan. Kebiasaan berpikir negatif ini juga menghambat produktivitas individu dalam menjalani rutinitas sehari-hari, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Karena itu, penulis dengan tegas mendorong pembaca untuk segera mengenali pola pikir yang merugikan ini—seperti overthinking atau generalisasi negatif—dan mulai melatih diri untuk mengubahnya menjadi perspektif yang lebih optimis, realistis, dan berbasis fakta. Pendekatan ini tidak hanya teoritis, tapi juga membuka pintu bagi transformasi pribadi yang nyata.
Tidak berhenti pada diagnosis masalah, Dr. Hijazi juga menyajikan serangkaian strategi praktis yang dapat diterapkan segera untuk membangun kebiasaan berpikir positif. Ia menyarankan pembaca untuk mereorientasikan cara memandang permasalahan hidup, bukan sebagai ancaman tak teratasi, melainkan sebagai peluang untuk tumbuh. Selain itu, latihan kesadaran diri melalui mindfulness menjadi sorotan utama, di mana penulis menjelaskan bagaimana teknik ini membantu individu untuk mengamati alur pikiran tanpa terjebak di dalamnya. Dr. Hijazi menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik—melalui olahraga ringan atau pola makan sehat—serta menyeimbangkan antara tuntutan pekerjaan dan waktu istirahat yang cukup. Pendekatan ini menjadikan buku bukan hanya sebagai bacaan motivasi, melainkan panduan operasional yang memfasilitasi penerapan konsep berpikir positif langsung ke dalam kehidupan nyata, sehingga pembaca merasakan perubahan bertahap yang berkelanjutan.
Dari perspektif penyampaian konten, buku ini menonjol karena kemampuannya memadukan fondasi ilmiah dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna oleh berbagai kalangan. Dr. Hijazi tidak sekadar memberikan kata-kata penyemangat, ia juga mengupas mekanisme biologis di balik pikiran dan stres, seperti bagaimana aktivitas saraf tertentu di otak memengaruhi respons emosional. Contoh-contoh sederhana dari kehidupan sehari-hari yang disisipkan membuat konsep-konsep kompleks terasa lebih dekat dan relatable, sehingga pembaca merasa diajak berdialog secara pribadi. Namun, ada beberapa aspek yang bisa dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan kedalaman. Misalnya, penjelasan tentang teknik pengelolaan stres dan latihan berpikir positif masih terasa agak ringkas, tanpa variasi yang lebih banyak untuk berbagai situasi. Selain itu, buku ini akan terasa lebih hidup dan meyakinkan jika dilengkapi dengan studi kasus nyata atau kisah inspiratif dari individu yang telah berhasil menerapkan strategi-strategi tersebut, yang bisa menambah dimensi emosional pada narasi. Meskipun demikian, kelemahan-kelemahan ini tidak mengurangi nilai intrinsik buku secara signifikan, karena pesan intinya tetap berdiri kokoh: pikiran yang sehat merupakan fondasi tak tergantikan bagi kehidupan yang penuh kedamaian dan keseimbangan.
Secara keseluruhan, Lepas dari Pikiran Negatif dan Tekanan Batin adalah bacaan yang sangat bermanfaat bagi siapa pun yang sedang berjuang untuk memperbaiki kualitas hidup dari sisi mental maupun emosional. Buku ini sangat direkomendasikan untuk mahasiswa yang menghadapi tekanan akademik, pekerja kantor yang terjebak rutinitas melelahkan, maupun masyarakat umum di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang membuat stres. Dengan memahami ikatan erat antara pikiran, jiwa, dan tubuh, pembaca diajak untuk lebih mengenal diri sendiri, menumbuhkan kesadaran batin yang lebih dalam, serta mengembangkan pola berpikir positif yang bisa bertahan lama. Pada akhirnya, buku ini melampaui fungsi sebagai panduan pelepasan dari belenggu pikiran negatif; ia menjadi ajakan kuat untuk menemukan ketenangan hakiki dari dalam diri, melalui pengendalian pikiran yang sehat dan berkelanjutan.

Zahra Maharani, Mahasiswi Prodi Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































