Ramadan selalu datang membawa cahaya yang berbeda cahaya yang tidak hanya menerangi malam, tetapi juga menghidupkan kepedulian dalam hati manusia. Dalam semangat itulah, kegiatan donasi dan buka bersama diselenggarakan melalui kolaborasi Mahasiswa Asistensi Mengajar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bersama OSIS SMP Laboratorium UM sebagai representasi siswa-siswi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjelma menjadi gerakan kecil yang lahir dari kepedulian besar. Dukungan penuh dari siswa-siswi, guru, dan mahasiswa Asistensi Mengajar tercermin dari donasi yang terkumpul, bahkan melampaui harapan ketika kegiatan ini pertama kali direncanakan. Sembako, uang tunai, mainan anak-anak, hingga berbagai kebutuhan penunjang lainnya terkumpul dari tangan-tangan kecil yang belajar tentang arti memberi sebelum mereka benar-benar memahami arti memiliki.
Tanggal 08 Maret 2026 menjadi hari yang menyimpan kebahagiaan tersendiri. Hari itu bukan sekadar tentang perjalanan menuju beberapa panti asuhan, tetapi tentang perjalanan hati untuk belajar bersyukur dan memahami kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Kegiatan diawali dengan doa bersama, sebuah harapan sederhana agar setiap langkah yang dilakukan hari itu tidak hanya menjadi kegiatan, tetapi menjadi kebermanfaatan yang menenun makna.
Panti Taqwa Al-Qalbi menjadi tujuan pertama. Kedatangan rombongan disambut dengan hangat, sehangat senyum yang tidak dapat diukur dengan materi apa pun. Penyerahan donasi bukan hanya perpindahan barang dari satu tangan ke tangan lain, tetapi perpindahan kepedulian dari satu hati ke hati yang lain. Dalam sambutannya, kepala panti menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi jembatan kebahagiaan bagi banyak orang.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Panti Sunan Ampel. Kegiatan kembali diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan OSIS, Mahasiswa Asistensi Mengajar, dan pengasuh panti. Dalam sambutannya, pengasuh panti mengingatkan sebuah hadis Nabi tentang keutamaan menyayangi anak yatim, bahwa bahkan mengusap kepala anak yatim pun bernilai pahala yang sangat besar. Suasana menjadi hening sejenak, bukan karena tidak ada suara, tetapi karena setiap orang sedang berbicara dengan hatinya masing-masing.
Rangkaian kegiatan kemudian berakhir di Panti Nurul Abyadh. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya, di tempat ini kebersamaan terasa lebih lama karena dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Menjelang azan magrib, anak-anak panti, mahasiswa, dan siswa duduk berdampingan tanpa sekat. Tidak ada perbedaan latar belakang, tidak ada perbedaan status, yang ada hanya manusia yang sedang belajar mensyukuri nikmat sederhana: kebersamaan. Tawa kecil anak-anak panti, percakapan ringan, dan kebersamaan saat berbuka menjadi penutup yang sederhana namun penuh makna.
Pada akhirnya, kegiatan ini bukan sekadar tentang donasi, bukan pula hanya tentang berbuka bersama. Kegiatan ini adalah ruang belajar kehidupan bahwa kebahagiaan tidak selalu tentang menerima, tetapi sering kali justru hadir ketika kita memberi. Bahwa rasa syukur tidak lahir dari banyaknya yang kita miliki, tetapi dari kemampuan kita melihat bahwa masih banyak orang yang tetap tersenyum meski hidup dengan keterbatasan. Dan dari perjalanan singkat di bulan Ramadan ini, semua yang terlibat pulang bukan hanya dengan rasa lelah, tetapi dengan hati yang sedikit lebih hangat dan jiwa yang sedikit lebih dewasa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































