Mahasiswa Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Universitas Sumatera Utara (USU) Pendidikan Berkualitas Kelompok 17 berhasil menanamkan motivasi dan keterampilan interpersonal kepada pelajar di Rumah Literasi Ranggi, Deli Serdang, melalui implementasi proyek bertajuk “Membangun Harapan dengan Pendidikan Berkualitas bagi Pelajar Rumah Literasi Ranggi”, Minggu (02/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, dengan mengadopsi model pembelajaran berbasis proyek yang terpadu dengan pendekatan Design Thinking. Proyek ini menggunakan metode penyampaian yang sepenuhnya interaktif melalui tiga kegiatan utama: Fun Workshop (berisi materi motivasi dan sharing skill), Fun Games serta Vision Board Session yang membantu peserta merumuskan harapan dan tujuan masa depan.
Hasil kegiatan menunjukkan capaian signifikan dalam tiga aspek utama peserta didik. Pertama, penguatan motivasi dan wawasan pendidikan. Melalui sesi Fun Workshop, terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman para peserta tentang pentingnya pendidikan, yang merupakan inti dari pendidikan karakter yang diusung oleh proyek ini. Kegiatan ini memberikan motivasi nyata dan wawasan baru bagi anak-anak untuk bersekolah secara teratur dan memiliki cita-cita tinggi.
Kedua, peningkatan karakter dan keterampilan interpersonal, meliputi kerja sama, tanggung jawab, dan rasa percaya diri yang terasah melalui sesi Fun Games. Terakhir, melalui Vision Board Session, proyek ini sukses membantu peserta merumuskan visi dan tujuan, memberi mereka kesempatan untuk merencanakan masa depan dan mengekspresikan harapan.
Proyek yang dilaksanakan oleh Kelompok 17 Pendidikan Berkualitas ini dipimpin oleh Muthya Romafita dan dibimbing oleh Mentor Dinda Ananda Tri Utami. Keberhasilan proyek tidak hanya datang dari metode yang interaktif, tetapi juga dari keberanian tim dalam menentukan lokasi sasaran yang unik di Rumah Literasi Ranggi.
Dinda Ananda Tri Utami, Mentor Kelompok 17, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi yang menyasar anak-anak dari kaum marginal merupakan arahan strategis.
“Saat pengamatan awal, kami menyadari bahwa masih banyak kaum marginal yang belum mendapatkan hak pendidikan yang memadai. Karena itu, daripada melakukan proyek di sekolah yang sudah terfasilitasi, saya menyarankan tim untuk mengarah ke hal-hal baru, yaitu menyasar komunitas atau anak-anak dari lingkungan marginal. Ini sekaligus menjadi tantangan yang berharga bagi tim,” ujarnya.
Secara keseluruhan, proyek MKWK ini menegaskan bahwa kegiatan berbasis pengalaman merupakan sarana yang efektif untuk mewujudkan pendidikan berkualitas, yang mampu menggabungkan ilmu, pengalaman, interaksi sosial, dan pembentukan karakter peserta secara menyeluruh.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































